Ilustrasi pendakian Gunung Semeru. (Foto: masjuli.wordpress.com/Google Image)
Ilustrasi pendakian Gunung Semeru. (Foto: masjuli.wordpress.com/Google Image)

MALANGTIMES - Para pendaki maupun wisatawan yang ingin menapak puncak tertinggi Pulau Jawa, yakni Gunung Semeru, di awal 2018 mendatang harus mengurungkan niat. Pasalnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup total Gunung Semeru untuk pendakian mulai 1 Januari 2018.

Penutupan tersebut dilakukan untuk pemulihan ekosistem serta pertimbangan keselamatan pendaki di musim penghujan ini. "Alasan ditutup untuk recovery ekosistem dan peningkatan sarana  prasarana yang rutin dilakukan," ujar Kepala Humas BB TNBTS Sarif Hidayat. 

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Sepanjang 2017 ini, pendakian ke Gunung Semeru dibuka sejak April hingga Desember. Selama itu, jalur-jalur pendakian yang merupakan habitat alami tumbuhan dan hewan banyak dilintasi manusia.

Secara tidak langsung, ekosistem alami tersebut banyak mengalami kerusakan. "Selama kurang lebih sembilan bulan ini kan dikunjungi wisatawan. Januari ini kita biarkan recovery secara alami," terangnya. 

Selain itu, pihak BB TNBTS memperhatikan faktor cuaca. Terlebih, Januari-Februari 2018 diperkirakan akan menjadi puncak musim penghujan. Pendakian yang dilakukan cenderung lebih berisiko, terutama soal bahaya pohon tumbang maupun kabut dan hujan deras yang dapat mengaburkan jalur pendakian. "Cuaca saat ini cukup ekstrem sehingga membahayakan pengunjung," ungkap dia. 

Sarif menambahkan, para pendaki masih diizinkan mendaki saat malam pergantian tahun di gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. Sejauh ini, berdasarkan laman resmi BB TNBT, kuota pemesanan secara online sudah penuh terhitung sejak Selasa 19 Desember-31 Desember 2017. "Batas akhir pengajuan izin online ya akhir tahun itu. Selanjutnya ya sudah tak dilayani lagi," ucapnya.

Menurut Sarif, informasi penutupan Semeru sudah disampaikan secara terbuka melalui laman resmi BB TNBTS. Setiap tahun, pihak BB TNBTS memang melakukan penutupan sementara jalur pendakian. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. 

Baca Juga : Stop Dulu Liburannya, Wisata Gunung Bromo Tutup Total Imbas Covid-19

Misalnya untuk tahun 2017 ini, kebijakan penutupan total Gunung Semeru untuk para pendaki juga pernah diberlakukan sejak 4 Januari hingga 5 April atau sekitar tiga bulan. Namun untuk 2018 mendatang, pihak BB TNBTS belum menentukan tanggal pembukaan kembali izin pendakian. "Penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk pemeliharaan ekosistem dan keanekaragaman hayati," kata Sarif. 

Dia menambahkan, tepat 1 Januari 2018 akan ada petugas yang menyisir Gunung Semeru. Petugas akan meminta para pendaki yang masih di Gunung Semeru untuk segera turun. "Malam pergantian tahun baru boleh mendaki. Pagi harinya harus sudah keluar," pungkasnya. (*)