Tommy Soeharto (kiri) berkunjung ke rehabilitasi narkoba Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang dan bertemu Irwan Yusuf, ayah kandung artis Marshanda (kanan) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Tommy Soeharto (kiri) berkunjung ke rehabilitasi narkoba Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang dan bertemu Irwan Yusuf, ayah kandung artis Marshanda (kanan) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Selain berziarah ke makam Alm KH Luqman Al Karim, Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto juga mampir ke rehabilitasi narkoba yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Jalan Raya Joyo Agung Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Di sana dia bertemu dengan ayah kandung artis Marshanda. 

Irwan Yusuf, ayah kandung artis Marshanda, tinggal di ponpes sejak awal Maret 2016 silam. Hanya kepada MalangTIMES, Irwan bertutur banyak perubahan postif yang ia alami. Bila dulu ia pontang-panting kesana kemari, kini hidupnya lebih tenang dan dekat dengan Allah. Saat bertatap muka dengan putra Presiden RI ke-2 itu pula Irwan mengaku ia betah tinggal di ponpes.

Awalnya, Tommy tak tahu menahu bahwa ayah artis Marshanda itu tinggal di ponpes. Kunjungan Tommy ke rehabilitasi narkoba karena diajak oleh pengusaha Ir H Ghufron Marzuqi. Saat bertemu Tommy, Irwan tampak canggung. Ia tak langsung bersalaman dengan Tommy. Barulah akhirnya mereka berfoto bersama didampingi kakak Alm KH Luqman Al Karim, Mohammad Bisri. 


Tommy Soeharto (tengah) saat mengunjungi rehabilitasi narkoba di Ponpes Bahrul Maghfiroh pada Sabtu (16/12/2017) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Rehabilitasi narkoba di Ponpes Bahrul Maghfiroh dilakukan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Di lahan seluas 1,5 hektar itu, diperuntukkan menampung 200 orang. Model terapi yang digunakannya ialah metode kedokteran dan spiritual. Setiap tahun rata-rata ada 50-100 pecandu narkoba yang berhasil disembuhkan.

Ada pengobatan tersendiri bagi para pecandu narkoba yang dilakukan di Ponpes Bahrul Maghfiroh. Para pecandu itu, dibikin lapar terlebih dulu. Selanjutnya mereka dilayani makanan yang sudah diberi do’a-do’a. Menurut Lukman hal tersebut berguna bagi kesehatan mental. Sedangkan secara fisik juga akan disediakan tukang pijat. (*)

End of content

No more pages to load