Tanggul sungai irigasi di Jalan Mega Mendung Kelurahan Pisang Candi jebol akibat tidak mampu menahan debit air. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)
Tanggul sungai irigasi di Jalan Mega Mendung Kelurahan Pisang Candi jebol akibat tidak mampu menahan debit air. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas deras melanda Kota Malang. Khususnya tengah hari hingga menjelang sore. Akibatnya, kejadian bencana alam kembali marak terjadi. 

Terbaru, siang ini (16/12/2017) tanggul sungai irigasi di Jalan Simpang Mega Mendung RT 01/RW 08 Kelurahan Pisang Candi jebol. Penyebabnya, tanggul yang sejak beberapa waktu terakhir retak tak kuat menahan debit air yang melintas.

Akibatnya, air mengalir langsung ke aliran Sungai Metro yang berada di bawah sungai irigasi tersebut. "Tidak ada korban dalam kejadian ini, untuk sementara Tim Kaji Cepat (TKC) tengah mendata kerugian yang timbul atas kerusakan itu bersama tim dari dinas pekerjaan umum," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J Hartono.

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir juga tercatat bencana longsor hingga tanah ambles di tiga titik. Pertama, kejadian tanah ambles di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Kedungkandang pada Rabu (13/12/2017) lalu. Kejadian tersebut menimpa rumah milik Sugeng, warga RT 07/RW 01. 

Kronologinya, saat hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan tanah tergerus oleh air dan menyebabkan amblesnya tanah di bagian belakang rumah Sugeng. Dimensi tanah yang ambles selebar 2 meter dengan ketinggian 12 meter di tepi sungai.

"Kami sarankan penghuni rumah berhati-hati karena amblesnya tanah itu berpotensi longsor dan merobohkan bagian belakang rumah," ujar Hartono. 

Tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Oro-Oro Dowo, kemarin (14/12/2017). Kejadian itu berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Gg 8 RT 05/RW 08, tepatnya di rumah milik Kastin. "Longsor terjadi empat kali mulai Kamis (13/12/2017) pukul 15.00 hingga kemarin dini hari sekitar pukul 03.00," terang Hartono.  

Di lokasi tersebut, setidaknya dua rumah lain juga terancam terdampak longsor susulan. Penghuni rumah juga diminta mengungsi hingga kondisi cukup aman. "Kami minta mengungsi untuk antisipasi longsor susulan. Panjang longsoran sekitar 15 meter dengan ketinggian sekitar 8 meter," tuturnya.  

Di hari yang sama, tembok pembatas perumahan Gadang Regency RT 01/RW 08 Kelurahan Gadang juga roboh. "Berdasarkan keterangan RT setempat, tembok roboh sekitar pukul 14.00," terangnya.

"Tembok dengan panjang sekitar 21 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter roboh ke saluran irigasi disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Sampai saat ini kerugian masih dihitung," tambahnya. Meski nihil korban jiwa, material tembok tersebut belum semua diangkat sehingga mengganggu aliran air. 

Hartono mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi ancaman bencana yang ada di sekitar tempat tinggal masing-masing. "Segera laporkan apabila ada potensi bencana, jika ditangani cepat banyak kejadian yang bisa dicegah untuk meminimalkan kerugian," pungkasnya.