Tempat jualan Deni yang hangus terbakar tanpa sisa. (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Tempat jualan Deni yang hangus terbakar tanpa sisa. (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Baru merintis usaha di bidang kuliner selama empat bulan, Deny Yuga Permana (27) sudah merugi hampir Rp.50 juta. Gara-garanya, tempat usaha dan perkakasnya untuk jualan habis dilalap "si jago merah. Ya! Deni adalah pemilik warung bebek dan ayam yang ikut terbakar tadi pagi di kawsan Jalan Bendungan Sigura-gura Barat.

Deni (paling kiri berbaju merah) saat membantu rekannya mengangkat barang yang masih bisa digunakan (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Deni (paling kiri berbaju merah) saat membantu rekannya mengangkat barang yang masih bisa digunakan (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

Terbakarnya warung milik Deni tersebut lantaran api yang menjalar dari tempat laundry yang notabenya tepat di sebelahnya. Tempat laundry itu terbakar diduga akibat ledakan gas.  

Warung bebek dan ayam milik Deni buka hanya sore hari hingga malam hari. Saat pagi hingga sore, ia bekerja di salah satu bank swasta di Kota Malang. 

Sabtu (16/12/2017) pagi, Deni ditelepon oleh pemilik rumah yang menyewakan tempatnya untuk usaha warung makan tersebut. Dengan kaget lantaran pemilik rumah mengabari tempat usahanya terbakar. Dia bergegas menuju lokasi. Saat tiba, ia sudah melihat tempat usahanya hangus terbakar. 

"Saya tahu itu ditelepon. Langsung saya ke sini. Tapi sudah tidak ada api lagi dan barang-barang habis," ucap Deni kepada MalangTIMES. 

Pria asal Trenggalek tersebut mengaku bahwa usaha yang didirikan bersama keluarga tersebut cukup laris. "Lumayan sebenernya penghasilannya, bisa sampai dapat Rp 500 ribu per hari. Di sini kan ramai, banyak anak mahasiswa juga," ungkapnya.

Saat ikut membersihkan tempat usahanya, pandangan Deni terlihat bingung bercampur sedih. "Di sini masih ada meja kursi, frezzer, kulkas, magiccom, barang pecah belah, dan stok bebek ayam yang kira-kira masih 300 porsi. Tapi sekarang tinggal abunya," kata dia.  

Karena kebakaran tersebut, Deni mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah. Apalagi, barang-barang yang ia miliki sudah habis. "Total kerugian kira-kira 50 juta rupiah. Ya bagaimana lagi," ucapnya sekaligus berpamitan membantu rekannya bersih-bersih.(*)