Infografis
Infografis

MALANGTIMES - Tak lama lagi, wilayah Kecamatan Kedungkandang diprediksi akan mengalami pertumbuhan pesat. Terlebih jelang operasional Tol Malang-Pandaan (Mapan) yang saat ini sudah dimulai pembangunannya. 

Baca Juga : Apartemen The Kalindra Sediakan Fasilitas Antar Jemput Konsumen Bebas Covid-19

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang tidak luput dalam membidik kondisi tersebut sebagai pertimbangan strategis arah pembangunan Kota Malang. Melalui koordinasi dengan seluruh elemen, pemerintah bakal melakukan percepatan pembangunan di wilayah tersebut. 

Misalnya untuk 2018 mendatang, kecamatan dengan 12 kelurahan itu mendapatkan kucuran dana sebanyak Rp 5,39 miliar. Anggaran itu untuk mengakomodasi usulan-usulan masyarakat yang sudah disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). 

Enam kelurahan, mendapat anggaran lebih dari Rp 500 juta. Yakni Kelurahan Kotalama, Wonokoyo, Buring, Sawojajar, Madyopuro, dan Arjowinangun. Sementara enam lainnya, bervariasi antara seratus hingga Rp 400 juta. 

Yang menarik, persiapan tersebut bukan hanya terkait infrastruktur. Melainkan juga sumber daya manusianya. Seperti di Kelurahan Wonokoyo. Meski selama ini terkesan 'pinggiran' karena berlokasi di perbatasan kota, tetapi usulan masyarakatnya bervisi ke depan. 

Kelurahan tersebut merancang program-program pelatihan teknologi informatika (IT). Untuk pejabat dan staf kelurahan, dianggarkan Rp 11 juta. Sementara untuk masyarakat umum, terutama karang taruna dan generasi muda setempat, juga dianggarkan Rp 20 juta. 

Selain pelatihan IT, anak-anak muda setempat juga mendapat serangkaian program. Mulai pengembangan karang tarura, keagamaan dan toleransi, sosialisasi bahaya narkoba, dan lain-lain. Sementara untuk keluarga dan ibu rumah tangga, pelatihan peningkatan ekonomi juga digelar. Misalnya, workshop keterampilan part work. 

Baca Juga : Panduan Berobat ke Melaka Malaysia, Destinasi Berobat Luar Negeri Favorit Orang Indonesia

Yang lain pun tak mau kalah. Masyarakat Kelurahan Arjowinangun, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian kearifan lokal setempat. Tahun depan, kegiatan gelarseni budaya masyar kat sudah dianggarkan Rp 24,6 juta. Sedangkan di Kelurahan Buring, sosialisasi pemberian ASI ekslusif pada bayi menjadi salah satu perhatian dengan dianggarkan khusus senilai Rp 25 juta.

Selain prioritas di peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, Pemkot Malang juga terus memantabkan diri menjadi Kota Pendidikan. Aksi nyatanya bisa dilihat melalui program-program di Kecamatan Lowokwaru yang akan dibahas di tulisan selanjutnya.