Banjir Tirtoyudo Malang (Google Image)
Banjir Tirtoyudo Malang (Google Image)

MALANGTIMES - Cuaca ekstrem kiini tengah mengepung Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Malang Raya menjadi salah satu kawasan yang terdampak.

Beberapa waktu belakangan, banyak terjadi banjir di berbagai kawasan. Meski tidak terlalu besar, cukup membuat penduduk harus selalu waspada.

Tahukah Anda jika Malang Raya pernah dilanda banjir bandang besar tiga  tahun terakhir. MalangTIMES mencoba mengajak Anda untuk flashback sebentar mengingat bencana yang terjadi sejak 2014 ini.

Banjir Bandang Ngantang, Februari 2014

Banjir bandang sempat terjadi di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Ngantang, Kecamatan Ngantang. Banjir bandang tersebut bahkan sempat memutus jalur utama Malang-Kediri-Jombang. Bahkan, jembatan utama perbatasan Pujon-Ngantang putus. Banjir ini terasa semakin mencekam saat satu eskavator hanyut beserta pengemudi eskavator di dalamnya. Selain banjir, longsor di beberapa desa di Kecamatan Ngantang pun datang silih berganti.

Banjir Tirtoyudo-Ampelgading, Juli 2016

Banjir bandang sempat menerjang Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, dan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Juli 2016. Bencana yang terjadi dini hari merendam 50 rumah warga serta empat rumah rusak berat akibat terjangan air lumpur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Meski demikian, akibat bencana tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Tirtoyudo Kembali Dilanda Banjir, November 2016

Luapan Sungai Tundo mengakibatkan banjir dan merendam 42 rumah di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Banjir ini diakibatkan  hujan deras yang mengguyur kawasan ini selama lebih dari 3 jam. Akibatnya, sejumlah tebing longsor di lima titik. Sejumlah pohon tumbang dan ikut hanyut terbawa banjir. Dampaknya, 8 rumah warga rusak berat. Satu rumah bahkan hanyut terbawa arus sungai. Sementara 4 kandang kambing milik warga turut terbawa banjir. (*)