MALANGTIMES - Menghindari banyaknya hak suara yang tak digunakan para pemilih dalam Pilkada Kota Malang 2018, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang berupaya membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Dalam upayanya, Bakesbangpol Kota Malang menargetkan untuk bisa meningkatkan pastisipasi masyarakat dalam pilkada sebanyak 80 persen dari total jumlah pemilih. Data sebelumnya hanya tercatat 70 persen tingkat partisipasinya.

Kepala Bakesbangpol Kota Malang Indri Ardoyo melalui Sekretaris Bakesbangpol Heru M. mengungkapkan, pihaknya untuk tahapan selanjutnya akan melakukan sosialisasi kembali. Sosialisasi tersebut akan banyak mengundang para pemilih pemula maupun mahasiswa.

"Nanti dalam tahapan selanjutnya, kami akan sosialisasi per kecamatan. Kami mengundang para pemilih-pemilih muda dan mahasiswa,"jelasnya(28/11/2017)

Nantinya Bakesbangpol juga akan berkordinasi dengan UPT Dinas Pendidikan Provinsi yang saat ini wewenang SMA dan SMK berada di tangan provinsi. Untuk teknisnya, Bakesbangpol akan menyesuaikan dalam kesepakatan nantinya. "Apakah kami akan diundang ke sekolah atau siswa akan kami kumpulkan di satu tempat. Nah itu masih akan melakukan pembahasan," ucapnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan intervensi kepada pihak terkait, seperti para aparatur sipil negara(ASN), TNI dan Polri yang saat ini akan memasuki masa pensiuan untuk segera melaporkan status pekerjaannya.

Sementara itu, terkait pengawasan yang dilakukan Bakesbangpol manakala menemukan sesuatu hak yang tidak beres terkait pillkada, pihaknya akan membahas dalam forum desk pilkda yang akan dihadirkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. "Kemudian akan dilaporkan kondisi politik di Kota Malang ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan juga gubernur secara berjenjang," ungkapnya. (*)