Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat memimpin upacara hari jadi Kabupaten Malang ke-1257 (Humas for MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat memimpin upacara hari jadi Kabupaten Malang ke-1257 (Humas for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim) ini, sejak zaman kerajaan sampai saat ini merupakan sentra atau jantungnya peradaban. Baik dalam segi budaya, ekonomi, sosial maupun politik.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Kabupaten Malang yang kini dipimpin Bupati Malang Dr H Rendra Kresna sebagai bupati ke sembilan belas, tentunya tidak ingin berpuas diri atas raihan masa lalu para pendahulunya. Berbagai kebijakan yang tidak terlepas dari nilai-nilai luhur masa lalu tetap dipakai sebagai pondasi dalam memajukan masyarakat Bumi Arema. 

"Gotong royong adalah salah satu nilai tersebut. Pun dalam melaksanakan dan mengeksplor seluruh potensi yang ada di sini," kata Rendra Kresna, Selasa (28/11) setelah Upacara Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257 di Pendopo Kabupaten, Kepanjen.

Penyerahan nasi tumpeng dalam acara Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257

Kekayaan potensi di Kabupaten Malang sangatlah beragam dan terdapat di berbagai wilayah di 33 kecamatan yang ada. Misalnya, dibidang pertanian, perkebunan dan pariwisata. 

Tiga sektor inilah yang kini menjadi fokus utama Kabupaten Malang dalam memberantas kemiskinan yang masih diangka 11,49 persen menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2016.

Pariwisata, baik pantai, gunung, sejarah, wisata buatan, budaya, kuliner terus menggeliat dan memperlihatkan trend positif dalam menurunkan angka kemiskinan. "Sektor pariwisata akan terus kita dongkrak. Hasilnya sudah terlihat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari sini lahir usaha kreatif yang itu terus tumbuh," ujar Rendra.

Berbagai desa wisata pun bermunculan dengan diiringi berbagai usaha kreatif di dalamnya. Bahkan dari tangan-tangan masyarakat tersebut, desa wisata beberapa kali menyabet penghargaan skala nasional.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Selain sisi pariwisata, Rendra juga menyampaikan potensi besar lainnya. Yaitu di sektor pertanian dan perkebunan. Dari data  Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan sebagian besar wilayah Kabupaten Malang merupakan lahan pertanian, yaitu sekitar 14,31 persen (45.888 hektar) merupakan lahan sawah. 35,45 persen (113.664 hektar) adalah tegal/ladang/kebun, 7,06 persen (22.643 hektar) adalah areal perkebunan dan 12,50 persen (40.079 hektar) adalah hutan. 

"Potensi ini sangatlah potensial dan jadi unggulan kita juga di tingkat nasional. Selain melestarikan wilayah dan lingkungan, pendapatan di sektor ini juga cukup menggiurkan," ujar Rendra yang pernah juga menyampaikan di sektor ini, pendapatan seorang Bupati pun kalah secara nominal.

Tiga potensi tersebut yang terus diupayakan dengan berbagai strategis dan kebijakan dalam mendongkrak kemiskinan di Kabupaten Malang. Target yang telah ditetapkan, yaitu secara kuantitatif angka kemiskinan dan inflasi menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi naik, menjadi fokus kerja seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Malang.