Musim Hujan, Waspada Leptospirosis, Sudah Ada Korban Jiwa di Kota Malang

MALANGTIMES - Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, masyarakat memang tidak hanya perlu waspada terhadap bencana, melainkan juga kemungkinan penyakit yang mudah menyerang. Seperti diare, Pes, typus, hingga penyakit kulit. Namun, yang juga perlu lagi diwaspadai adalah  penyakit Leptospirosis.

Penyakit tersebut beberapa hari ini menjadi perbincangan setelah menyerang salah satu warga di Surabaya. Tapi berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, penyakit tersebut juga pernah ditemukan.

Tepatnya pada Juli 2016 lalu, wabah leptospirosis melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru Kota Malang. Dari sekitar 1.000 penghuni lapas, hampir seperempatnya, yakni sebanyak 240 orang terserang. Bahkan, timbul dua korban meninggal dunia.

Menurut Kepala Dinker Kota Malang dr Asih Tri Rachmi Nuswantarai, untuk tahun ini belum ada laporan kasus serupa. Namun, Asih tetap mengimbau agar warga waspada. "Harus waspada. Dulu sempat terjadi (orang terserang leptospirosis) di lapas Malang," kata dia.

Asih mengatakan, di musim hujan seperti sekarang memang agak sulit mendeteksi air terkontaminasi bakteri penyakit atau tidak. "Harus terrtutup dengan baik, terutama air minum dan untuk masak. Juga untuk air mandi dan sikat gigi," himbau Asih.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis, yaitu anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi, serta babi.

Penularan virus leptospirosis sendiri dominan dari hewan ke manusia. Sedangkan untuk menular dari manusia ke manusia lain, potensinya sangat kecil. Kecuali melalui hubungan seksual yang terjadi pada manusia yang terjangkit virus atau dalam masa penyembuhan. "Untuk pencegahan tentu harus jaga kebersihan. Terutama untuk air," jelasnya. 

Asih menguraikan, yang rawan adalah penduduk yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan harian seperti mandi atau mencuci. "Jadi bukan hanya air minum yang harus dari sumber bersih, tetapi semua kegiatan harian," terangnya.

Leptospirosis memiliki gejala yang umumnya menyerupai flu, yaitu demam, nyeri otot, dan pusing. Leptospirosis juga tidak memiliki gejala-gejala yang signifikan sehingga sulit untuk terdiagnosis.

Gejala leptospirosis umumnya berkembang dalam waktu 1-2 minggu atau hingga satu bulan setelah penderitanya terpapar bakteri ini dan cenderung membaik minimal dalam lima hari hingga maksimal satu minggu setelah gejala muncul. Gejala lain yang mungkin muncul, yaitu:

  • Mual
  • Muntah
  • Meriang
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit perut
  • Diare
  • Kulit atau area putih pada mata yang menguning
  • Demam tinggi
  • Ruam
  • Iritasi atau kemerahan di area mata
  • Batuk
  • Kehilangan nafsu makan

Gejala leptospirosis yang lebih berat bisa berujung kepada komplikasi yang lebih serius, berupa pendarahan hingga gagal fungsi pada organ-organ tertentu. 

Top