Sungai Mengering, Kebutuhan Air Menipis

Jul 27, 2015 09:50
Sungai Mengering, kalimantan, (Foto: googleimage)
Sungai Mengering, kalimantan, (Foto: googleimage)

MALANGTIMES – Kekeringan akibat kemarau panjang tak hanya terjadi di Malang. Problem serupa yang cukup serius juga melanda provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akibat kemarau panjang. Dampaknya, sungai-sungai kecil di provinsi ini mulai kering sehingga mengancam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepala Daerah Operasi II Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan BKSDA Kalimantan Selatan Zulkarnain mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan BKSDA di beberapa daerah, sungainya juga mulai kering.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

"Saat ini masyarakat hanya mengandalkan sungai-sungai besar, yang debit airnya juga mulai berkurang," kata beberapa saat lalu (27/7).

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi, akibat dampak El Nino yang kini melanda Kalimantan Selatan dengan kategori sedang.

Dibanding 2014, kata dia, cuaca di Kalsel saat ini jauh lebih ekstrem. Tahun lalu El Nino yang melanda daerah ini masuk kategori sedang, sedangkan pada tahun sebelumnya masuk kategori lemah.

"Tahun ini masyarakat harus benar-benar waspada karena pada tahun 2014, dampak El Nino lemah saja, kebakaran lahan di Kalsel mencapai lebih dari 3.000. Dengan kondisi cuaca yang panas ini, berarti kewaspadaan harus ditingkatkan," katanya.

 

 

Sementara itu, kesulitan air bersih kini mulai melanda warga pesisir Kalimantan Selatan, karena seluruh sungai yang ada di sekitar wilayah tersebut mulai asin akibat intrusi air laut yang melanda daerah tersebut.

"Seluruh air terasa pahit, sehingga warga terpaksa membeli air sungai yang diangkut dari luar daerah dengan harga yang cukup mahal," kata Kamah warga Sungai Musang.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Harga satu jerigen air sungai yang belum terintrusi, kata dia, mencapai Rp3 ribu, karena warga harus mengambil air di daerah Sungai Tabuk dengan menggunakan kapal kelotok, yang jaraknya cukup jauh.

Diperkirakan El Nino tahun ini akan berlangsung hingga November 2015, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama akibat kebakaran lahan dan kekeringan.

Sebelumnya, Kalimantan Selatan ditetapkan siaga satu kebakaran lahan seiring dengan terus meningkatnya jumlah titik api di beberapa daerah akibat cuaca panas yang cukup ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

"Kondisi cuaca yang cukup ekstrem membuat Kalsel kini siaga satu terjadinya kebakaran lahan," kata Zulkarnaen.

Artinya, patroli yang dilakukan tidak lagi patroli siaga api, tetapi patroli pemadaman api. Seluruh mobil pemadam Manggala Agni yang berkeliling dilengkapi dengan peralatan pemadaman lengkap. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
KepalaDaerah Operasi II Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan BKSDA

Berita Lainnya

Berita

Terbaru