MALANGTIMES - Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna terlihat serius. Terkadang keningnya berkerut sambil menatap kain putih di depannya. Jemarinya terkadang tegas menggoreskan canting di tangannya. Sesekali terhenti dan kembali raut wajahnya terlihat serius.

Begitulah ekspresi bupati ke sembilanbelas di Kabupaten Malang ini saat mencanting batik di hadapan ratusan orang dalam acara Fashion Show Batik sebagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke 1257.

Setelah sekitar 10 menit lebih, Bupati Malang yang didampingi istri Hj Jajuk Rendra Kresna mencanting batik, senyum pun mengembang dari mulutnya.

Berbagai ekspresi Bupati Malang Rendra Kresna saat mencanting batik motif M3

"Jadi sudah ini, pola M3 The Heart of East Java," kata Dr H Rendra Kresna sambil tertawa sambil memperlihatkan hasil membatiknya kepada ratusan orang yang memberi aplause kepadanya.

Batik sebagai warisan budaya dari jaman dahulu sampai sekarang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Selain berfungsi sebagai produk, batik memiliki nilai-nilai filosofi adi luhung.

Berbagai ekspresi Bupati Malang Rendra Kresna saat mencanting batik motif M3

Dengan karakteristiknya itu, batik diakui oleh Unesco serta dijadikan produk lintas negara. Indonesia adalah pemilik batik. "Dan ini telah tertanam kuat juga di luar negeri. Batik itu Indonesia, sehingga mereka rela datang ke sini untuk sehelai batik," ujar Rendra.

Brand dan image inilah yang membuat perbatikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang harus terus berinovasi dan dikuatkan dalam berbagai pendampingan.

Berbagai ekspresi Bupati Malang Rendra Kresna saat mencanting batik motif M3

Motif batik M3 pun patut untuk dieksplor oleh para perajin batik Kabupaten Malang. Sisi pemasaran, Pemerintahan Kabupaten Malang siap untuk memfasilitasinya. "Terutama dalam menguatkan kecintaan masyarakat atas produk kita sendiri. Jangan sampai orang luar cinta batik, kita malah sebaliknya," tegas Rendra.

Secara motif, logo dan branding M3 The Heart of East Java juga cukup unik, familiar dan memiliki karakter kuat. Sehingga bisa dipadupadankan dengan motif yang telah ada selama ini. "Enggak perlu besar-besar terpenting logonya masuk di sana. Kalau dieksplor secara kreatif, saya yakin akan bagus dan jadi bagian baru motif batik kita," ucap Rendra.

Berbagai ekspresi Bupati Malang Rendra Kresna saat mencanting batik motif M3

Di kesempatan yang sama, Rendra dan istri, mendapatkan lembar kain batik alam Gelar Samudro yang merupakan batik dengan bahan-bahan alam tanpa adanya campuran pewarna hasil pelatihan pertama kalinya di Kabupaten Malang.

"Ini menunjukkan betapa kayanya kita dengan batik. Mari kita galakkan kecintaan kepada batik. Terus bereksplorasi, berinovasi. Misalnya lewat motif M3 ini," pungkas Rendra.