Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah berhijab merah) didampingi Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tengah berpeci hitam) foto bersama anak PKH berprestasi di Kabupaten Malang. (foto : Inam Syafii/MalangTIMES)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah berhijab merah) didampingi Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tengah berpeci hitam) foto bersama anak PKH berprestasi di Kabupaten Malang. (foto : Inam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mendorong anak keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Malang harus mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Dorongan itu disampaikan Khofifah ketika menghadiri penyaluran bantuan sosial non-tunai program keluarga harapan (PKH) yang digelar di pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (20/11/2017) siang.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

"Ibu-ibu di sini semua, siapa yang ingin anaknya menjadi orang yang sukses dan berprestasi serta bisa membanggakan nama Kabupaten Malang? Anak-anak ibu di sini semuanya harus bisa sekolah yang tinggi, hidup mereka harus berubah. Mereka harus berusaha untuk keluar dari garis kemiskinan," kata Khofifah yang diamini ratusan KPM yang menerima bantuan PKH.

Maksud dan tujuan Khofifah tersebut adalah menyuntikkan motivasi dan menanamkan kemandirian serta kepercayaan diri kepada KPM agar anaknya bisa sukses dan berprestasi di bidang pendidikan. "Saya doakan mudah-mudahan anak ibu di sini semuanya bisa menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya," ucap dia.

Kehadiran Khofifah di Kabupaten Malang ini tak hanya meninjau pencairan bantuan PKH. Dia juga memberikan bantuan kepada anak KPM yang berprestasi di Kabupaten Malang.

"Bantuan yang diterima KPM ini tidak hanya untuk kebutuhan pangan dan konsumsi kesehatan gizi saja. Kami juga memberikan bantuan beasiswa bidikmisi mahasiswa dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek dan Dikti," terangnya.

Menurut Khofifah, beasiswa ini diberikan kepada calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, terutama dari keluarga PKH untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. “Prestasi anak-anak penerima PKH di Kabupaten Malang sungguh membanggakan. Ini bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang anak-anak dalam meraih prestasi pendidikan setinggi-tingginya di berbagai bidang," katanya.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

"Ibu-ibu di sini harus bangga dengan anaknya yang mendapat beasiswa berprestasi. Marilah kita bersama-sama berdoa dan berikhtiar agar ke depan mereka sukses meraih mimpinya," lanjut Khofifah sembari mengajak ibu-ibu bersalawat bersama.

Di samping itu, Khofifah yang didampingi Bupati Malang Dr H Rendra Kresna memberikan bantuan kepada 10 anak PKH berprestasi di Kabupaten Malang. Sepuluh anak PKH berprestasi antara lain M. Ainul Yaqin (beasiswa bidik misi di Universitas Brawijaya Jurusan MIPA sekaligus juara I Penghafal Alquran Tingkat Nasional), Margaretha Marga Ratna dari SMA PGRI 1 Kromengan (lulusan terbaik Wearnes Education 2017), Alfin Bagas Permana dari SMP PGRI 6 (juara lomba lukis tingkat nasional 2017). (*)