Kepala SMP Islam Sabilillah Malang  Idi Rathomy Baisa, S.Pd., M.Pd (kanan-berbatik) saat menyambut kedatangan siswa SMP Islam Sabilillah peraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS (foto: istimewa)
Kepala SMP Islam Sabilillah Malang Idi Rathomy Baisa, S.Pd., M.Pd (kanan-berbatik) saat menyambut kedatangan siswa SMP Islam Sabilillah peraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Tak berbeda jauh dengan pembinaan di tingkat sekolah dasar di bawah naungan lembaga pendidikan Sabilillah, SMP Islam Sabilillah Malang juga menerapkan pola pembinaan siswa cerdas dengan membuka kelas olimpiade.

Kelas inilah yang berhasil menghantarkan Mochammad Rangga Alif Dharmawan meriah medali perak di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS.

Kelas olimpiade di SMP Islam Sabilillah Malang diikuti oleh sekitar lima orang siswa. Kepala Sekolah SMP Islam Sabilillah Malang, Idi Rathomy Baisa menjelaskan penjaringan siswa berbakat dilakukan mulai siswa duduk di kelas 7.

Bidang studi yang difokuskan pada kelas olimpiade ini ialah matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

"Misalnya di kelas 7 ini ada kelas 7-A untuk olimpiade matematika, kelas 7-B untuk olimpiade IPA dan 7-E untuk IPS. Biasanya ada jam untuk kelas olimpiade yaitu pada hari Sabtu mulai pukul 06.30-08.15 WIB," jelas Idi pada MalangTIMES, Kamis (16/11/2017).

Pada saat kelas olimpiade ini, ada dua orang guru di dalam kelas. Seorang guru tersebut fokus pada lima siswa olimpiade. Selain dilakukan pada hari Sabtu, Idi menjelaskan kelas olimpiade juga dilaksanakan reguler sesuai dengan jam pelajaran bidang studi olimpiade.

"Dari seleksi yang setiap tahun dilaksanakan LPI Sabililllah akhirnya kami menjaring lima siswa berprestasi. Ada di kelas matematika, IPA dan IPS," imbuh pria bergelar magister pendidikan ini. 

Idi menambahkan meski Rangga sudah berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS tetapi pembinaan tidak akan berhenti.

"Pembinaan terus digalakkan meski sudah berakhir. Terakhir dia juara kuis ranking satu yang diadakan salah satu koran lokal di Malang," tukas dia. (*)