MALANGTIMES - Raihan prestasi membanggakan  siswa asal Malang ternyata bukan saja berkat ketekunan dan kerja keras.

Ada kekuatan doa disetiap langkah siswa SMP yang berhasil meraih medali perak di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS yang dihelat di Kota Pekanbaru, Riau pada 2-8 Juli 2017 lalu. 

Di ajang olimpiade tersebut, siswa SMP Islam Sabilillah Malang Mochammad Rangga Alif Dharmawan mengaku ia sempat mengalami kesulitan. Remaja kelahiran 1 Juni 2003 ini menjelaskan ilmu sosial awalnya bukan bidang studi yang ia minati.

"Saya awalnya suka sekali dengan IPA karena saya bercita-cita menjadi seorang dokter. Tetapi waktu tes kelas olimpiade saya terpilih masuk bidang studi IPS. Dan ternyata juga menyenangkan," tutur Rangga saat ditemui MalangTIMES, Kamis (16/11/2017).

Dari semua bidang studi sosial, Geografi dan Ekonomi paling disenangi olehnya. "Saya paling suka sekali dengan Geografi. Dibanding dengan IPA ternyata IPS lebih mudah dan setidaknya saya bisa lebih bisa menebak jawabannya. Karena menurut saya IPA kan ilmu eksak. Ilmu pasti. Tetapi waktu olimpiade ternyata soal IPS juga susah," ungkap Rangga. 

Saat menemui soal yang susah itulah, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku ia tak henti membaca doa.

"Saya selalu tenangkan diri sebelum mengerjakan soal. Tidak boleh gugup. Dan bila ada soal yang susah saya lewati. Ketika kembali lagi masih susah saya baca bismillah sampai saya berhasil menemukan jawabannya," tutur remaja kelahiran Jombang ini. 

Berkat kekuatan dan keyakinan ia pada Tuhan Yang Maha Kuasa, Rangga akhirnya berhasil melewati babak demi babak hingga akhirnya meraih medali perak di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS.

"Kadang ada perasaan takut mengecewakan guru-guru dan orangtua, tapi saya lawan dengan baca doa. Sebelum mengumpulkan jawaban, saya berdoa terus," kata dia. 

Kegigihan Rangga mengejar impian meraih juara di ajang olimpiade juga berkat ketekunan ia membaca. Remaja yang lama tinggal di Makassar ini menjelaskan setiap pulang sekolah, ia sempatkan waktu membaca buku hingga pukul delapan malam. 

"Saya suka baca buku selain pelajaran. Apa saja yang berhubungan dengan bidang studi IPS. Setiap pulang sekolah saya baca buku sampai kira-kira jam delapan malam setelah itu mengerjakan tugas lalu tidur," tukasnya.

Prestasi Rangga ini makin membawa harum nama Dinas Pendidikan Kota Malang dan tentunya SMP Islam Sabilillah Malang. Bagaimana apresiasi yang diberikan oleh pihak sekolah? Simak ulasannya pada bagian selanjutnya. (*)