Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Asih Tri Rachmi . (Foto: Hezza Sukmasita/ MalangTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Asih Tri Rachmi . (Foto: Hezza Sukmasita/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Kesehatan Kota Malang terus berupaya melakukan vaksinasi measles-rubella (MR). Hal itu sesuai dengan imbauan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Bahkan, Dinkes Kota Malang menargetkan 100 persen pelajar SD untuk divaksinasi.

Meski begitu masih ada beberapa dari mereka yang belum tervaksin. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Asih Tri Rachmi mengatakan, adanya anak-anak yang belum tervaksin bukan karena tidak terjamah oleh Dinkes melainkan karena tidak mau melakukan vaksin.

"Kesadaran masyarakat akan imunisaai tinggi tapi banyak yang tidak mau. Jadi tidak semua penduduk Kota Malang yang menjadi sasaran terimunisasi,"jalasnya.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinkes Kota Malang. Mulai dari penyuluhan dengan memberikan pengertian kepada sasaran vaksin MR namun mereka tetap enggan melakukan vaksin.

"Kita tidak bisa apa-apa sebab mereka tidak mau. Walau pun sudah penyuluhan dengan memberikan pengertian, tapi tetap ada yang tidak mau,"jelas Asih.

Adanya masyarakat yang masih enggan melakukan vaksin MR diduga karena masih banyak dari mereka yang beranggapan bahwa vaksin MR tidak halal.

Menanggapi hal tersebut Asih mengatakan bahwa vaksin tersebut memang belum mendapatkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ya memang belum ada label halalnya ya, tapi ini sudah direkom MUI," tandasnya.

Sementara itu, Asih mengatakan meski program vaksin MR ini telah berakhir sejak Oktober lalu namun pihaknya masih melayani  vaksinasi bagi yang belum melakukannya.

"Kita masih layani vaksinasi ya bagi yang belum. Kita layani di puskesmas-puskesmas,"tuturnya.