Sekretaris DPC LVRI Kota Malang Moedji menerima cenderamata dari Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat upacara Hari Pahlawan (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Sekretaris DPC LVRI Kota Malang Moedji menerima cenderamata dari Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat upacara Hari Pahlawan (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mata Moedji sejenak terpejam saat lagu Gugur Bunga dinyanyikan paduan suara dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Balaikota Malang, pagi tadi (10/11/2017). Sementara saat Indonesia Raya berkumandang, dia tampak bersemangat menyanyikan lagu kebangsaan itu.

Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19

Moedji adalah satu di antara sejumlah pejuang veteran yang masih hidup dan mendapat undangan khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam upacara penghormatan terhadap para pahlawan. Dia merupakan veteran yang pensiun dari Tentara Nasional Indonesia pada 1987 lalu dengan jabatan terakhir Sersan Kepala (Serka). 

Pria asli Malang itu dulunya tergabung dalam Batalyon Infanteri (Yonif) 512 Quratara Yudha Marabunta sejak 1969. Pada MalangTIMES, pria tersebut berbagi cerita tentang beberapa penugasan yang pernah dia terima. Moedji yang saat ini menjabat Sekretaris DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Malang itu mengaku empat kali ditugaskan di Timor Timur. 

Tepatnya, pada 1975, 1978, 1980, dan 1984. Moedji menceritakan sedikit masa- masa bertugas dalam Operasi Seroja. Masa-masa itu, kata dia, cukup keras karena seluruh pasukan harus waspada penuh setiap saat. Medan yang menantang serta akomodasi yang cukup minim membuat dia dan rekan satu timnya musti bertahan hidup sembari mempertahankan kedaulatan NKRI. 

"Ya dibilang berat ya berat, tapi itu tugas dan pengabdian untuk negara. Saat itu pernah ditugaskan pakai pakaian preman sampai berseragam," ujar Moedji. Kawan seperjuangan semasa operasi dulu, lanjut Moedji, saat ini sudah banyak yang berpulang. Yang masih hidup, banyak yang tinggal di daerah lain atau mengikuti anak-anak mereka. 

Pada peringatan Hari Pahlawan ini, Moedji menyatakan sangat berterimakasih kepada negara yang hingga saat ini masih peduli pada nasib para pejuang veteran. Dia juga mengaku bangga pernah bertugas di medan perang. 

Namun, dia mengaku miris pada generasi muda yang saat ini dinilai kurang peduli pada perjuangan para pendahulunya. "Kami yang sudah veteran ini mengharapkan untuk generasi muda di wilayah Malang Kota khususnya, agar selalu memperhatikan pejuang-pejuang. Sejarah pejuang-pejuang ini kan harus dilanjutkan ke generasi muda," ujarnya.

Baca Juga : Diganggu Hantu Saat Karantina, Pemudik dari Italia Ini Melarikan Diri

"Generasi tua semakin lama semakin habis. Generasi muda harus semangat, meski bentuk perjuangannya berbeda. Apapun yang dilakukan, kuncinya ikhlas dan diniatkan bukan untuk diri sendiri tapi untuk masyarakat dan negara," imbaunya.

Selain itu, dia juga berpesan kepada generasi penerus kemerdekaan agar tetap menjaga persatuan negara dan berprilaku baik sesama masyarakat. "Mestinya mereka harus ingat perjuangan, harus bersatu tidak boleh pecah belah oleh siapapun, kita harus pegang Pancasila," tegas Moedji.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa momentum Hari Pahlawan diharapkan menjadi refleksi semua pihak. "Saat ini jiwa kepahlawanan semakin hari semakin terkikis, gotong royong makin kecil, egoisme semakin meningkat. Padahal kalau mau maju ya butuh bersatu," tegasnya. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, lanjutnya, juga terus mengupayakan perhatian bagi para veteran. "Kami upayakan semaksimal mungkin melalui program-program di dinas sosial," terangnya.