Berhasil Garap Kampung Tematik, Disperkim Kota Malang Sering Dikunjungi Kota Lain

Nov 10, 2017 08:59
Plt Kepala Disperkim Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat berjabat tangan dengan Kepala Disperkim Kota Depok, Wijayanto (Foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Plt Kepala Disperkim Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat berjabat tangan dengan Kepala Disperkim Kota Depok, Wijayanto (Foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Setelah berhasil memunculkan kampung tematik, nampaknya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Malang semakin dilirik daerah lain untuk menjadi kota percontohan.

Kota Malang telah berubah wajah sejak Disperkim Kota Malang berhasil mengajak masyarakat dan akademisi membuat kampung tematik.

Dengan kesabaran dalam merevolusi mental masyarakat Kota Malang, kini Disperkim Kota Malang banyak dikunjungi kota lain untuk belajar membuat wajah daerahnya berubah.

Dapat dilihat, Kota Malang sudah terkenal dengan Kampung Warna-Warni, Kampung Tridi (3D), Kampung Putih, Kampung Biru dan kampung-kampung tematik lainnya.

Kemarin Kamis (9/11/17), Disperkim Kota Depok datang ke kantor Disperkim Kota Malang untuk melakukan kunjungan kerja yang di dalamnya membahas tentang merubah kawasan kumuh menjadi kampung tematik.

"Kota Depok belajar tentang cara mewujudkan kampung-kampung tematik seperti Kampung Putih, Kampung Biru, Kampung Warna-Warni dan lainnya. Bagaimana mewujudkan kampung-kampung tematik seperti itu dengan menggandeng investor serta pemberdayaan masyarakatnya dan pelibatan CSR," papar Erik Setyo Santoso, Plt Kepala Disperkim Kota Malang.

Kepala dinas yang sangat supel ini menambahkan bahwa pihaknya sangat terbuka dalam membagi ide tentang apa yang telah sukses dikerjakan.

"Kita terbuka untuk berbagi ide, sharing dengan kota-kota lain, supaya semua kota bisa maju. Dan juga dengan terciptanya kampung tematik, wisatawan yang ke Kota Malang juga jadi semakin bertambah. Artinya perhotelan meningkatkan kuliner termasuk produk-produk merchandise khas Malang," urainya.

Sementara itu Kepala Disperkim Kota Depok, Wijayanto senada dengan Erik Setyo Santoso yang mengaku kunjungan kerjanya ke Kota Malang kali ini untuk membahas bagaimana mengolah kawasan kampung kumuh menjadi kampung tematik.

"Ini kami sedang belajar ke Kota Malang tentang kampung tematik, karena kami mendengar dan melihat berita bahwa Malang ini memiliki banyak kampung tematik. Kami sekarang menangani kawasan kumuh dan kawasan perumahan permukiman. Konsep kampung tematik sendiri, kemudian keterlibatan masyarakat, lalu sektor usaha dalam hal ini CSR dan mestinya pimpinan daerah," tutur Wijayanto.

Saat ditanya kenapa memilih Disperkim Kota Malang sebagai tempat tujuan untuk mengolah informasi tentang kampung tematik, karena menurutnya Kota Malang telah menjadi ikon kampung tematik.

"Malang ini jadi ikon kota tematik, seperti Kampung Warna-Warni, Kampung 3D, Kampung Putih, Kampung Biru dan mungkin masih banyak kampung yang lain. Dengan pencapaian itu kami tentu akan mencontoh untuk kemajuan kota kami," tukas Wijayanto seraya menuju mobilnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Disperkim Kota MalangErik Setyo Santosokampung tematikPemkot MalangKampung warna warnikampungbiru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru