Shakemap gempa bumi berkekuatan 4,9 SR yang terjadi di Samudera Hindia Tenggara Malang (Lebakharjo-Ampelgading) pada (26/10/2017) lalu. (foto : BMKG Karangkates for MalangTIMES)
Shakemap gempa bumi berkekuatan 4,9 SR yang terjadi di Samudera Hindia Tenggara Malang (Lebakharjo-Ampelgading) pada (26/10/2017) lalu. (foto : BMKG Karangkates for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates mencatat satu bulan ini terjadi tiga gempa bumi yang dirasakan di wilayah Malang Selatan, Tuban, Jember, Lumajang. Rata-rata guncangan gempa berkekuatan hingga 4 skala Richter (SR).

"Kami mencatat ada tiga kejadian gempa selama Oktober ini yang memikiki guncangan cukup besar, antara 3 SR hingga 4,9 SR," kata Kepala BMKG Karangkates Musripan saat dikonfirmasi MalangTIMES, Senin (30/10/2017).

Baca Juga : Enam Gunung Erupsi Nyaris Bersamaan karena Cari Kestabilan Baru

Musripan menerangkan, dari tiga gempa yang berdampak itu, kejadian pertama pada 19 Oktober lalu di wilayah selatan Tuban dengan kekuatan 3,8 SR. "Faktor penyebab gempa tektonik di wilayah daratan Tuban ini yaitu adanya aktivitas patahan lokal atau sesar rembang aktif sehingga menimbulkan gempa," terang pria ramah itu.

Kemudian gempa kedua terjadi pada 25 Oktober di Samudera Hindia Barat Daya yang berdampak di wilayah Gumukmas (Jember) dan Tempursari (Lumajang) dengan skala 4,4 SR. "Penyebabnya adanya pembangkit gempa bumi ditinjau dari kedalaman hiposenternya. Artinya gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lempeng," terang Musripan.

Menurut dia dalam kejadian gempa bumi, sesar atau lempeng Indo Australia menyusup ke bawah lempeng Eurasia. Akibatnya, terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa bumi.

Lalu, kejadian gempa ketiga terjadi beberapa hari lalu pada 26 Oktober dengan skala 4,9 SR di Samudera Hindia Tenggara Malang.Di peta tingkat guncangan gempa bumi kategori lemah itu, daerah yang terdampak dirasakan di wilayah Lebakharjo, Kecamatan Ampelgadiing, Kabupaten Malang.

"Hasil analisis BMKG, gempa bumi terjadi pukul 23. 35 37 WIB dengan episenter koordinat 9.59 LS, dan 112.88 BT (167 km barat daya Lumajang-Jatim) kedalaman 10 km. Hingga laporan pagi harinya tercatat ada 8 kali aktivitas gempa susulan," beber dia.

Baca Juga : Kilas Balik Jejak Covid-19 di Kota Malang Hingga Pengajuan Status PSBB

Musripan mengatakan, gempa bumi yang berpotensi tsunami itu berkekuatan di atas 7 SR yang sekarang menjadi acuan BMKG di Indonesia. Kedalaman lautnya dangkal, antara 0-60 kilometer dari sumber gempa. Faktor lainnya dilihat dari bentuk pantainya, curam atau landai. "Kalau curam, tidak menimbulkan tsunami. Jika bentuk pantainya landai, bisa berdampam tsunami," pungkasnya.

Disamping itu, kata Musripan, tiga gempa berdampak selama bulan Oktober ini tidak berpotensi tsunami. Namun masyarakat diimbau untuk hati-hati dan waspada mendengar informasi dari BPBD dan BMKG setempat. (*)