Foto Korban Semasa Hidup (istimewa)
Foto Korban Semasa Hidup (istimewa)

MALANGTIMES - Polisi terus mendalami penyebab tewasnya petugas keamanan kampung, Masulum (19) warga RT 3, RW 1, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang di dalam pos jaga di Jalan Candi Agung 1. 

Tim Indentifikasi Polres Malang Kota masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban meskipun ditemukan ada beberapa bekas kekerasan pada tubuhnya.

Saat olah TKP, petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti botol miras dan kaplet pil yang masih belum diketahui jenisnya.

Kanit Inafis Polres Malang Kota Ipda Subandi mengungkapkan pihaknya masih akan menunggu hasil visum untuk memastikan apa penyebab kematian korban. apakah akibat miras atau ada indikasi lain yakni kekerasan.

"Nanti masih nunggu hasil visum dulu. Kabarnya korban sebelumnya juga terlibat pertengkaran usai pesta miras," jelasnya di TKP Jalan Candi Agung 1, Sabtu (28/10/2017).

Saat ditemukan, jenazah Ulum, sapaan akrab Masulum, dalam kondisi telanjang dada dan tidur tengkurap.

Pada tubuh korban juga ditemukan beberapa luka lebam, pada lengan tangan kiri dan mulut serta perut  yang terlihat agak memar.

Sementara itu, ayah korban Zulham yang mendatangi TKP mengungkapkan pada sore hari anaknya memang minum miras bersama tiga orang. Setelah itu ada pengeroyokan yang dialjukan dua temannya tersebut. 

"Sempat ngmong sama saya seperti itu. Mungkin bisa dilihat di CCTV kemarin sore (27/10/2017). Akan terlihat bahwa Ulum ini dikeroyok dua orang, Yanto sama Imam. Yanto itu alamatnya di RT 2,RW 1. Kalau Imam rumahnya di Candi Badut," jelas Zulham.

Sebelumnya, Zulham mengaku sempat berkomunikasi dengan korban sebanyak dua kali. Pagi hari sebelum kejadian ia sempat meminta anaknya pulang namun ditolak oleh korban.

"Ulum malah sempat telanjang, terus saya suruh pakai celana, ya sempat pakai celana sendiri," ungkapnya.

Lalu, siang harinya sekitar pukul 13.00 WIB, Zulham kembali lagi untuk mengajak korban pulang. Bahkan ayah korban sempat berniat untuk membawa korban pulang naik becak namun lagi-lagi ajakan itu ditolak korban.

Sampai akhirnya ia memutuskan pulang meninggalkan sang anak. Lalu sore harinya ia dikabari oleh warga bahwa anaknya sudah meninggal.