Rtusan polisi dan PNS usai saat melakukan relaksasi usai penganalisisan tingkat stres. (Humas Polresta)
Rtusan polisi dan PNS usai saat melakukan relaksasi usai penganalisisan tingkat stres. (Humas Polresta)

MALANGTIMES - Ratusan personel Polres Malang Kota telah menjalani manajemen dan pengelolaan stres oleh para psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikolog (Himpsi) Malang.

Ratusan personel tersebut menjalani tahap analisis permasalahan. Selanjutnya bisa dilihat tingkat stresnya yang nanti diteruskan dengan tahap pengelolaan stres, relaksasi dengan menari, disusul selanjutnya melakukan bimbingan konseling langsung per individu.

"Metode yang digunakan dalam penganalisisan tingkat stres adalah  dengan menggunakan instrumen stres yang terdiri dari 14 instrumen. Salah satunya seperti kebiasaan mereka sehari-hari, apa yang membuat mereka stres," terang Wakil Ketua Himpsi Endah K Purwaningtyas (26/10/2017).

Dari sekitar 100 lebih polisi maupun PNS yang mengikuti  penganalisisan, rata-rata memang berhasil akhir dalam keadaan normal dan sebagian ada beberapa yang menengah. "Pengukurannya dinilai dari grade 0 sampai 50. Karena tadi per individu tingkatnya, hasilnya rata-rata 0 sampai 14. Berarti dalam keadaan normal," ungkapnya.

"Kalau di sini stresornya bisa saja muncul dari pekerjaan ataupun dari luar. Karena itulah, di sini kami memberikan konseling dan menerima pengaduan. Mereka diajarkan bisa mengenali sumber stres, saya stresnya di level berepa, dan bagaimana mengelolanya," kata Endah.

Menurut dia, justru jika seseorang tidak mengalami stres, maka hal tersebut malah menjadi hal jelek bagi manusia. "Orang itu harus stres. Tapi kalau stres dibawa ke arah positif. Kalau nggak. itu namanya hipo-stres, di mana keadaan berarti Anda tidak berenergi. Metode yang digunakan sendiri sebagian besar sama dengan yang dipakai di rumah sakit, lembaga pemasyarakatan, namun penekanannya berbeda," pungkasnya. (*)