Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko (kanan) saat menerima Ketua DPC Partai Demokrat Ghufron Marzuki saat penyerahan salinan berkas keanggotaan partai di kantor KPUD. (Nana/MalangTIMES)

Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko (kanan) saat menerima Ketua DPC Partai Demokrat Ghufron Marzuki saat penyerahan salinan berkas keanggotaan partai di kantor KPUD. (Nana/MalangTIMES)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Tahap pendaftaran partai politik (parpol) sebagai peserta pemilu 2019 selesai sudah. Kini KPU mulai memasuki tahapan verifikasi administrasi dan faktual.

Di sela tahapan tersebut, KPU tingkat daerah juga mulai melakukan pemetaan pemilih Pemilu 2019 maupun Pilgub 2018. Tak terkecuali KPU Kabupaten Malang yang telah merencanakan tahapan sosialisasi kepada masyarakat dalam menghadapi perlehatan Pilgub 2018 nanti.

"Sudah dalam rencana kita. Untuk teknis sosialisasi kita juga telah melakukan pemetaan dalam masyarakat," kata Santoko Ketua KPU Kabupaten Malang, Rabu (25/10/2017) di kantor KPUD.

Pemetaan masyarakat sebagai pemilih nantinya sebagai bagian dari strategi KPUD dalam melaksanakan sosialisasi. Sehingga harapannya partisipasi pemilih dalam Pilgub 2018 khususnya, bisa meningkat dan memiliki pemahaman terhadap urgensi dan kecerdasan memilih dalam masyarakat yang telah dipetakan tersebut.

"Karena dari hasil pemetaan  pemilih yang ada di Kabupaten Malang yang terdiri dari 12 segmen ini, tentunya membutuhkan pendekatan berbeda-beda," ujar Santoko kepada MalangTIMES.

12 segmen pemilih yang telah dipetakan KPU Kabupaten Malang tersebut adalah  segmen pemula,  pelajar, perempuan, disabilitas dan berkebutuhan khusus.

Sementara enam segmen lainnya meliputi segmen keluarga, warga internet atau Netizen, golongan marjinal,  kalangan keagamaan, warga daerah terpencil, lansia dan warga berkebutuhan khusus.

"Segmen terakhir itu contohnya seperti warga lembaga pemasyarakatan dan pasien di rumah sakit," imbuh Santoko.

12 segmen pemilih tersebut, tentunya memiliki karakteristik berbeda-beda. Dalam penyampaian materi sosialisasi pemilu pun, konsep dan  metodenya akan bersifat khusus.

End of content

No more pages to load