Malang Raya Marak Balapan Liar, Kresna Dewanata Usulkan Pembangunan Sirkuit

Oct 24, 2017 18:48
Kresna Dewanata Phrosakh, anggota DPR RI dari Partai NasDem. (Istimewa)
Kresna Dewanata Phrosakh, anggota DPR RI dari Partai NasDem. (Istimewa)

MALANGTIMES - Maraknya balapan liar yang terjadi di Malang Raya dengan memanfaatkan berbagai jalan raya kembali mencuat dan menimbulkan berbagai tanggapan.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Bahkan, anggota DPR RI dari Partai NasDem Kresna Dewanata Phrosakh, yang memang tergolong pecinta balapan motor ini, menyampaikan beberapa reaksinya terhadap fenomena yang secara khusus diliput oleh MalangTIMES.

Menurut Dewa, sapaan akrab putra Bupati Malang Dr H Rendra Kresna itu, terhadap stigmatisasi negatif balapan liar yang selama ini terjadi, perlu ada kaji analisis secara terpadu. "Jadi tidak sekadar dilihat sebagai kenakalan remajanya saja atau tindakan kriminal belaka. Balapan liar juga bisa kita nilai sebagai bentuk protes mereka," kata Dewa, Selasa (24/10) kepada MalangTIMES melalui telepon.

Protes mereka tersebut didasarkan pada tidak adanya penyaluran dari hobi balapan motor atau bahkan mobil di Malang Raya. Sehingga mereka menjadikan jalanan umum sebagai sirkuit balapannya.

Padahal, kata Dewa, dunia otomotif di Malang Raya terus tumbuh dan menggeliat. Sebagian kecil dari mereka beruntung bisa masuk dalam komunitas balapan profesional. Sebagian lainnya tetap mengandalkan jalanan umum untuk menyalurkan bakat dan hobinya tersebut.

"Bakat-bakat pembalap lokal terus bermunculan. Sebagian kecil telah menorehkan prestasi nasional maupun internasional. Inilah yang seharusnya kita tampung. Aspirasi mereka diwadahi," ujarnya.

Pembangunan sirkuit balapan menjadi jawaban dan solusi dalam meminimalisir balapan liar di jalanan umum. Sumber daya manusia serta lokasi dan ditambah berbagai ruang pembuktian para pembalap dalam berbagai even balap motor, telah ada dan siap dieksplorasi. Dalam mewujudkan ruang bagi para pembalap untuk mengasah bakatnya secara profesional dan tidak terjebak pada urusan hukum.

Dewa menjelaskan, pembangunan sirkuit balapan dengan berbagai potensi yang dimiliki di Malang Raya tersebut sudah lebih cukup sebagai syarat. "Tinggal kita kembali duduk bersama lagi untuk merumuskan berbagai hal teknisnya," kata dia.

Koordinasi intensif tiga pemangku kepentingan di Malang Raya, semisal kepala daerah beserta elemen lainnya, akan mempercepat terwujudnya pembangunan sirkuit balapan. Minimal, kata Dewa di tahun 2018 sudah ada pengalokasian anggaran dari tiga kepala daerah yang berkepentingan. "Sehingga pengerjaan bisa berjalan di tahun 2019 dan dipergunakan di tahun 2020 nanti," lanjutnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Tanpa adanya dukungan dari pucuk di tiga wilayah di Malang Raya, maka balapan liar akan terus ada. Pada akhirnya berbagai peristiwa dari balapan liar tidak dapat direduksi dan dijadikan sebuah daya positif. Baik bagi para pembalapnya maupun bagi wilayah Malang Raya.

Pembangunan Sirkuit balapan ini juga akan melengkapi dan mendukung program pemerintahan daerah dalam sektor pariwisata yang kini sedang begitu menggeliat. Yaitu sport-tourism yang kini telah jadi salah satu daya tarik besar dalam dunia pariwisata, baik di Eropa maupun dalam negeri sendiri.

"Saya yakin bisa terwujud ini. Untuk pembangunan bandara saja kita bisa. Dan dampaknya cukup signifikan terhadap Malang Raya," ujar Dewa yang juga menyampaikan lokasi yang tepat pembangunan sirkuit adalah di wilayah yang dekat-dekat bandara. "Ini dari sisi kemudahan jangkauan saja sih. Tapi di manapun tentunya tidak masalah," imbuhnya.

Dewa sangat berharap bahwa pembanguman sirkuit balapan ini bisa terwujud. Sehingga akan lahir terus menerus para pembalap motor seperti Alfan Chebonk dari Gondanglegi. 

"Bayangkan jika kita hanya untuk mencoba settingan mobil atau motor saja harus ke surabaya ( sirkuit kenjeran, red) ? Kenapa tidak kita buat sendiri saja," pungkasnya. (*)

 

Topik
MALANG RAYABalapan LiarPembangunan Sirkuit

Berita Lainnya

Berita

Terbaru