Kontingen SMK PGRI 3 Malang mencium bendera sebelum diberangkatkan(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kontingen SMK PGRI 3 Malang mencium bendera sebelum diberangkatkan(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Daftar prestasi SMK PGRI 3 Malang terus diupayakan bertambah. Salah satunya dengan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jatim di Banyuwangi mulai hari ini hingga 27 Oktober. SMK PGRI 3 memberangkatkan 10 kontingen ke Banyuwangi.

Sepuluh kontingen tersebut, akan mengikuti 10 jenis bidang lomba. Yakni autobody repair dengan siswa perwakilan Hermawan Dwi Jadmiko, automobile technology yang diwakili Yusril Amarulloh, industrial control  dengan siswa yang mewakili Rizal Adji Maulana, refrigeration yang diwakili Nur Afifuddin Abdullah. Kemudian welding yang diwakili Novanda Bima Prayoga, CADD mechanical engineering dengan siswa yang mewakili Rizky Ramadhan, serta landscape gardening dengan perwakilan Mifta Sendy Restio dan Yogi Suryo Prayogo.

Ada lagi bidang marketing yang diwakili Agnes Zefanya Wowor, production machine yang diwakili oleh Irfan Syaifudin, serta terakhir Alfamart class yang diwakili Pradita Mariana Desanty, Rohmatul Khasanah dan Deta Filita Bela.

Wakil Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang Ady Arianto mengungkapkan, dari total 43 bidang perlombaan, sekolahnya mengikutkan 10 kontingen untuk LKS DI tingkat Jatim. "Harapan kami bisa mengulang prestasi yang lalu menjadi juara umum LKS di tingkat Jatim. Dan kami sangat para perwakilan bisa meraih medali emas semua dan bisa sampai tingkatan nasional," ungkapnya. /p>

Ia juga mengatakan, pada perlombaan sebelumnya, memang para kontingen masih mengalami sedikit kelemahan pada mental. Karena itu, pada persiapan selanjutnya, mereka kembali digembleng dengan memberikan gambaran bagaimana tentang perlombaan. "Pemgemblengannya, kami undang praktisi dari industri untuk memberikan trik-trik yang nantinya mungkin bisa terjadi dalam perlombaan," paparnya

Untuk para pesaing sendiri, SMK PGRI 3 Malang membeberkan ada sekitar 10 sampai 15 sekolah tiap cabang perlombaan yang semakin kuat sehingga persaingan bisa bertambah ketat.

"Dan mental bersaing ini selalu kami tekankan. Biasa saat perlombaan anak-anak selalu jatuh pada mental, bukan di kompetensi. Karena di LKS yang makin tahun makin baik, biasanya ada sesi interview. Nah kuncinya interview bukan lagi hanya memyampaikan materi, namun bagaimana bisa menyampaikan materi. Lalu penyampaian materinya baik atau tidak, nah itu tergantung mentalnya," pungkasnya.

End of content

No more pages to load