Unik, Rayakan Hari Santri GP Ansor Kabupaten Malang Gelar Futsal Bersarung

MALANGTIMES - Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang ke tiga di tahun 2017 di Kabupaten Malang semakin semarak. Baik dari sisi acara maupun kreativitas para santri falam mengemasnya.

Futsal bersarung adalah salah satu kegiatan yang terbilang unik dalam merayakan HSN 2017 ini. Digelar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang, futsal bersarung diikuti 64 tim yang berasal dari berbagai Pondok pesantren (ponpes) maupun dari luar ponpes.

"Futsal bersarung championship ini sebagai wujud dari kebanggaan kita sebagai santri yang mungkin selama ini masih ada anggapan miring dalam masyarakat. Baik secara kemampuan keilmuan dan perannya dalam bidang kehidupan. Selain tentunya untuk merayakan HSN," kata Husnul Hakim Sy Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Senin (23/10).

Wujud kebanggaan santri yang selama ini hanya hidup dalam lingkup ponpes saja, kini semakin di tarik ke luar. HSN adalah mediumnya dalam memasifkan kebanggaan menjadi santri yang mampu bersaing dan melakukan hal sama dengan masyarakat lainnya dalam proses pembangunan.

Futsal bersarung adalah bagian dari hal terkecil dalam menampilkan kebanggaan santri. "Ia tujuan kita selain sebagai ruang relaksasi juga sebagai bentuk menguatkan terus menerus santri," ujar Husnul.

Pertandingan futsal bersarung yang berlangsung di Lapangan Bintang depan Unira Malang cukuplah meriah. Para pemain yang diwajibkan memakai sarung dan berlarian mengejar bola menjadi bagian yang sangat mengocak perut penonton.

Aturan bermain tetap sama dengan biasanya. Yang membedakan adalah kostum sarung yang membuat para pemain cukup kesulitan saat berlari dan mengejar bola.

"Seru banget mas. Kalau biasanya futsal kan biasa saja. Ini futsal pakai sarung seru dan menghibur," kata Ainul Muharom (19) mahasiswi Unira yang menonton pertandingan.

Keseruan futsal bersarung pertama kalinya yang digelar GP Ansor Kabupaten Malang akan dilaksanakan dari tanggal 23-24 Oktober. Selain memperebutkan Piala Ketua GP Ansor Kabupaten Malang dan dana pembinaan sebesar Rp 5 juta.

Harapan dari adanya futsal bersarung menurut Husnul sebagai upaya  terus merawat dan menumbuhkan rasa cinta pada tradisi pesantren dengan berbagai nilai filosofis yang melatarinya.

Top