Inspektorat Kabupaten Malang Terima 26 Laporan Penyalahgunaan Dana Desa

MALANGTIMES - Inspekrtorat Kabupaten Malang menerim 26 pengaduan terkait penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten Malang. Lima diantaranya pemerintah desa sudah melakukan penyimpangan anggaran sekitar Rp 1 Miliaran.

"Jadi dari total 26 pengaduan yang masuk, dari lima pengaduan yang terindikasi menyelewengkan ADD dan DD total anggaran mencapai Rp 1 miliaran," kata Tridiyah Maistuti, Kepala Inspektorat Kabupaten Malang kepada MalangTIMES.

Dari permasalahan itu, pemerintah desa yang bersangkutan telah terindikasi melakukan penyelewengan anggaran desa harus segera mengembalikan uang negara itu sesuai dengan ketentuan waktu.

Apabila mereka tidak melakukan pengembalian uang yang telah disepakati dalam batas waktu 10 hari sampai batas maksimal 60 hari. Maka pihak aparat akan bertindak tegas menaikkan statusnya dari penyidikan menjadi penyelidikan dan inspektorat akan lepas tangan.

"Memang ada sebagian uang yang sudah dikembalikan mereka di inspektorat, karena mereka takut masuk ke ranah hukum. Sebelumnya kami sudah menggencarkan pemahaman sosialisasi ke setiap desa agar tak terjadi permasalahan itu," akunya.

Tridiyah mencatat anggaran tahun 2017 Kabupaten Malang untuk anggaran DD sekitar Rp 312 miliar dan ADD Rp 184 miliar.

"Tapi kita akan terus memantau perkembangannya tindaklanjutnya di periode berikutnya, apakah uang itu sudah masuk ke kas negara atau belum. Tapi biasanya uangnya sudah masuk, karena buku setornya diserahkan di inspektorat," terangnya.

Maka dari itu, tugas nspektorat sekarang guna menekan dan menangkal permasalahan penyimpangan ADD dan DD di Kabupaten Malang, melalui sosialisasi edukasi di masing-masing kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Karena itu, pemeriksaannya meliputi dokumen, dengan terjun langsung turun ke lapangan untuk memastikan program yang dijalankan pemerintah desa sudah sinkron apa belum dengan laporan yang dibuat.

"Tujuannya untuk menurunkan angka penyalahgunaan DD dan ADD semakin berkurang, baik dari tingkat kualitas dan kuantitasnya. Kalau kuantitasnya banyak dan kualitasnya rendah, kami tenang. Namun kami justru takut bila kuantitasnya rendah, tapi kualitasnya yang naik," lanjut perempuan berhijab itu.

Tridyah menerangkan cara melihat tingkat kualitas penyalahgunaan anggaran melalui indikator jumlah nominal rupiahnya semasif apa, sampai menimbulkan kerugikan keuangan negara tersebut. 

Top