Pengunjung tampak mengambil gambar lukisan karya Indra Setiawan dalam pameran tunggal yang tengah digelar di Houtenhand Public House. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pengunjung tampak mengambil gambar lukisan karya Indra Setiawan dalam pameran tunggal yang tengah digelar di Houtenhand Public House. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dikenal mengusung gambar yang simpel, ringan dan segar, perupa muda Malang Indra Setiawan menggelar pameran tunggal di Houtenhand Public House. Pameran bertajuk 'Ah Santai, Ini Itu Biasa Aja, Jangan Lebay' itu juga menawarkan konsep pameran interaktif.

Dinding lantai dua kafe di Jalan Jenderal Basuki Rahmat itu jadi ruang pajang lukisan-lukisan Indra. Ada tujuh lukisan besar dan belasan lukisan berukuran postcard dalam bingkai kaca. Indra lebih banyak bermain dengan warna dan sosok tunggal di lukisan-lukisannya.

Seperti dalam lukisan Yang Bermain Api Selalu Tampil Rapi, sesosok perempuan mengenakan gaun merah muda, satu tangan tampak memegang pot bunga dan lainnya mengenakan sarung tangan unicorn yang mengeluarkan api. Warna biru muda menjadi latar harmonis.

Lain lagi dengan lukisan Isi Kepala Baiknya Banyak Warna, sosok kepala bawang berwarna biru muda tampak terbelah menjadi dua bagian. Warna latar kuning lemon yang segar membuat lukisan tersebut cerah dan segar. 

Pada pameran tunggalnya ini, Indra mencoba merespons semua hal yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya. Termasuk menyampaikan kritik sosial terhadap isu yang sedang panas belakangan. Melalui gambarnya, Indra juga menyerukan ajakan untuk melawan segala bentuk kebencian. "Selain dari gambar, ada pilihan kata-kata yang saya goreskan di lukisan sehingga yang melihat bisa langsung menangkap pesannya," ujar pemuda kelahiran Mojokerto itu. 

Menariknya, pameran ini digelar dengan pola dua arah atau yang lebih dikenal dengan pameran interaktif. Di salah satu sisi ruang pameran, Indra menyiapkan kanvas kosong berukuran 1,5 x 8 meter dan cat berbagai warna dasar. Pengunjung bisa merespons karya-karya Indra secara langsung dengan menggoreskan kuas di kanvas itu.

Indra mengungkapkan bahwa tujuan pameran interaktif ini bukan menekankan pada hasil melainkan pada proses. Sehingga semua orang yang hadir dan terlibat dalam pameran ini bisa memperoleh pengalaman bukan hanya dengan sekedar melihat, tapi dengan cara mengalami. "Yang ingin saya sampaikan melalui pameran ini ya sesuai judul. Santai saja menanggapi hal-hal yang sebenarnya biasa dan tidak usah berlebihan. Sementara kanvas kosong itu untuk mengungkapkan kalau menggambar itu mudah dan semua orang bisa melakukan," pungkasnya.