Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menghadapi Pilkada Kota Malang, Polres Malang Kota telah melakukan pemetaan keamanan dan kerawanan. Hanya saja kepastian jumlah personel yang akan diturunkan dalam pengamanan masih menunggu jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan mengungkapkan, bahwa memang pihaknya masih belum bisa menetapkan jumlah pasukan yang akan diturunkan. Pasalnya pihaknya masih menunggu estimasi dari jumlah TPS yang bisa diketahui sekitar akhir Januari. 

"Estimasi yang saya dengar 1.400 TPS, namun untuk fix jumlahnya nanti masih menunggu KPU. Saya juga sudah melihat kesiapan dari sarana prasarana di KPU," paparnya.

Lanjutnya, namun pihaknya sendiri saat ini sudah melakukan pemetaan terhadap situasi keamanan dalam Pilkada nantinya. 

"Pemetaan ada tiga tipe, yakni aman, rawan satu, rawan dua. Sehingga nantinya akan menyesuaikan jumlah personel pada tiap titik tingkat pengamanannya berbeda," ungkapnya.

Lanjutnya, untuk titik aman, setiap satu personel polisi akan memegang kendali keamanan di tiga titik TPS. Untuk titik rawan 1, akan dijaga satu personel yang memegang kendali dua TPS. Sementara, untuk zona rawan 2 akan dijaga satu polisi yang memegang satu titik.

"Namun kembali lagi, kepastian berapa jumlah personel yang akan diterjunkan, lihat dulu jumlah TPS," Pungkasnya.