Dua Kali Longsor dalam Sehari, Alat Berat Bina Marga Akhirnya Diturunkan di Donomulyo

Oct 18, 2017 18:23
Longsor yang terjadi di Jalan penghubung Tlogosari, Donomulyo dan Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak sepanjang 50 meter sedang dilakukan pembersihan oleh warga, relawan dan muspika Kecamatan Donomulyo, Rabu (18/10) (Camat Donomulyo for MalangTIMES)
Longsor yang terjadi di Jalan penghubung Tlogosari, Donomulyo dan Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak sepanjang 50 meter sedang dilakukan pembersihan oleh warga, relawan dan muspika Kecamatan Donomulyo, Rabu (18/10) (Camat Donomulyo for MalangTIMES)

MALANGTIMES- Belum selesai bencana alam banjir dan longsor di Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), wilayah Donomulyo juga dilanda longsor.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Hujan yang terus turun sepanjang hari dengan intensitas cukup tinggi membuat jalan penghubung antar Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo dengan Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, membuat jalan yang memiliki lebar 4 meter ini longsor.

Akibatnya akses jalan antar desa tersebut terputus dan tidak bisa dilalui masyarakat yang terbiasa melewatinya dalam rutinitas sehari-hari.

Peristiwa longsor di Tlogosari, menurut Camat Donomulyo Marendra Hengky Irawan terjadi dua kali di lokasi yang sama dalam sehari ini.

"Iya ini dua kali longsornya. Tadi siang longsor dan kita bersama relawan Malang Selatan kerja bakti dan selesai. Tapi, ini longsor lagi," terang Marendra kepada MalangTIMES, Rabu (18/10) sore saat berada di lokasi longsor.

Longsor kedua kalinya dikarenakan intensitas hujan tinggi ini semakin membuat jalan antar desa tersebut semakin sulit untuk dibersihkan atau dibuka dengan alat sekedarnya.

Camat Donomulyo Marendra Hengky Irawan saat berada di lokasi longsor yang dalam sehari mengalami dua kali kejadian.

Sekitar 50 meter lebih panjang jalan tersebut tertutup dengan dua kali longsor di lokasi yang sama. Sisi kiri kanan jalan yang memang berupa tebing tersebut, tergerus dan menutup jalan tersebut.

"Hujan sepanjang hari juga membuat beberapa tebing jalan longsor. Ini kita kembali bergotong royong untuk membuka akses kedua kalinya, mas," ujar Marendra yang kedua kalinya terjun langsung ke lokasi yang masih dalam kondisi hujan walau intensitasnya tidak terlalu tinggi seperti pagi sampai sore tadi.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Karena longsor kedua kali ini cukup terbilang parah, Marendra langsung melakukan kontak terhadap Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dalam upaya membersihkan timbunan tanah di jalan yang tertutup longsor.

"Karena kondisinya tidak mungkin pakai alat biasa. Perlu alat berat untuk pengerukan di jalan ini," ujar mantan Sekcam Sumberpucung ini.

Sampai berita ini dituliskan proses pengerukan tanah yang longsor sepanjang 50 meter di jalan penghubung antar desa tersebut masih terus berjalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
longsor sumbermanjing wetanAlat Berat Bina Marga

Berita Lainnya

Berita

Terbaru