KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (10)

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Ditanya Soal 'Bisik-Bisik Tetangga' Anggaran Proyek

Oct 18, 2017 15:41
Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin di sela pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin di sela pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Adanya dugaan uang hadiah alias persenan dalam penganggaran proyek-proyek infrastruktur Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Di sela-sela pemeriksaan, Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin mengaku sempat ditanya soal 'bisik-bisik tetangga'.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Awalnya, Zainuddin mengaku pemanggilannya masih berkaitan dengan status tersangka mantan ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono (MAW). Pertanyaan yang diajukan oleh para penyidik pun masih sama dengan yang disampaikan pada pemeriksaan sebelumnya.

"Yang beda, tadi sempat ditanyakan apakah saya dengar soal bisik-bisik tetangga," ujar politisi PKB itu. 

Bisik-bisik tetangga yang dimaksud mengenai adanya janji pemberian hadiah dalam pembahasan APBD Perubahan 2015 dan juga penganggaran kembali proyek Jembatan Kedungkandang. "KPK tanya itu, saya jawab tidak tahu. Saya juga diminta mendengarkan banyak rekaman," ujarnya. 

Menurutnya, ada lebih dari sepuluh rekaman panggilan suara yang diperdengarkan melalui audio laptop. Dia juga diminta mengidentifikasi suaranya di antara rekaman-rekaman itu. KPK juga sempat bertanya panggilan akrab yang digunakan para anggota dewan.

"Saya sering dipanggil Waka dan Abah. Lalu dicari rekaman dengan kata itu. Saat diperdengarkan, nggak ada suara saya," terangnya. 

Zainuddin sendiri mengaku tidak mengenali suara siapa saja dalam paggilan yang diputar itu. Dia juag tidak mengetahui isi seluruh rekaman karena saat dia menjawab bahwa rekaman itu bukan suaranya, penyidik langsung melanjutkan ke rekaman lain.

Baca Juga : Cerita Perih Pelanggan PDAM yang Terpaksa Rebutan Air dengan Tetangga

"Jadi baru dengar orang bilang Hallo Assalamualaikum, saya jawab bukan suara saya, langsung dipindah yang lain," tuturnya. 

KPK juga sempat mencecar apakah Zainuddin pernah juga mendapat janji yang sama. "Soal itu (uang pelicin proyek) apa ditawari, saya jawab tidak pernah ditawari. Apa pernah minta, saya tidak pernah minta," terangnya. 

Selain itu, dia sempat diminta membaca berkas acara pemeriksaan (BAP) dan Zainuddin mengaku tidak ada yang diubah dalam BAP tersebut. 

Topik
DPRD Kota MalangPemkot Malangkpk ri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru