KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (9)

Ada 'Dokumen' Tertinggal, KPK Panggil Satu 'Saksi' Tambahan

Oct 18, 2017 12:42
Rokim menunjukkan kantong kertas berisi daftar absensi fraksi yang diminta Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Rokim menunjukkan kantong kertas berisi daftar absensi fraksi yang diminta Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada suasana berbeda dalam rangkaian hari kedua pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Aula Polres Malang Kota. Yakni hadirnya 'saksi' yang tidak tercantum dalam jadwal.  

'Saksi' dadakan itu adalah staf DPRD Kota Malang Rokim yang datang pukul 10.37. Sehari-hari, Rokim bertugas mengurusi persuratan di ruangan ketua dewan. Rokim datang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna cokelat. 

Pria paro baya itu tampak gugup dan bingung. Saat sampai di depan aula, Rokim tidak langsung masuk. Dia malah menuju bagian utara aula di bawah pohon palem. Dia mengusap keringat, mengenakan kacamata, lalu tampak mengecek telepon genggamnya. Sempat terilihat ragu-ragu, Rokim lalu bertanya pada petugas kepolisian yang berjaga di depan aula. 

Masuk sekitar satu jam, Rokim keluar ruangan sekitar pukul 11.00. Dia menyebut kedatangannya diminta oleh Anggota DPRD Kota Malang Subur Triono. "Saya tadi diminta datang Pak Subur. Lalu ke sini. Tadi di dalam sempat ditanya-tanya juga sama petugas," ujarnya.

Hanya saja, dia enggan menguraikan pertanyaan-pertanyaan yang diterima. Dia terburu-buru pergi karena mengaku diminta mengambil buku absensi rapat fraksi.

Berselang setengah jam, pukul 11.39 Rokim datang membawa satu kantong kertas. Di dalamnya tampak sebuah buku besar absensi bersampul batik merah.

"Saya nggak tahu isinya, tadi disuruh ngambil ini oleh Bu Rahayu (Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rahayu Sugiharti)," ujarnya. 

Subur membenarkan bahwa dia yang meminta Rokim datang. Pantauan MalangTIMES, Subur sampai di aula polres tepat pukul 10.00.

Tak berselang lama, Subur keluar ruangan. Dia sempat mengaku ada dokumen yang tertinggal. Karena tidak membawa kendaraan, Subur meminta tolong pada salah satu awak media mengantar untuk mengambil dokumen tersebut. 

"Iya, tadi saya diminta mendatangkan Pak Rokim. Kan saya memberi keterangan harus langsung dikroscek kebenarannya," ujarnya.

Rupanya, yang dimaksud dokumen oleh Subur sebelumnya adalah Rokim, 'dokumen hidup' yang mengetahui informasi tertentu terkait kasus yang disidik. Namun dia tidak membeberkan detail keterangan yang dimaksud. 

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK hari ini (18/10/2017) menjadwalkan pemeriksaan ulang pada sepuluh orang saksi. Yang dipanggil yakni mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono yang saat ini menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jawa Timur.

Selain itu ada sembilan orang anggota DPRD Kota Malang yang hadir. Yakni Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Abdul Hakim dan tiga Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, dan Rahayu Sugiarti. 

Juga ada anggota dewan yang lain yakni Sahrawi, Subur Triono, Mohan Katelu, Sukarno dan Ribut Harianto. Dari sembilan anggota dewan, hanya Ribut yang tak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan.

Topik
KPK Geber PemeriksaanKota MalangAnggota DPRDKorupsiPemkot Diperiksa KPK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru