KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (8)

KPK Jelaskan Pemeriksaan Terkait Dugaan Suap Jarot pada Arief

Oct 18, 2017 12:39
Suasana Aula Polres Malang Kota yang digunakan penyidik KPK RI dalam agenda pemeriksaan kasus rasuah hari ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana Aula Polres Malang Kota yang digunakan penyidik KPK RI dalam agenda pemeriksaan kasus rasuah hari ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menerangkan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap sepuluh saksi di Aula Polres Malang Kota. Meski demikian, hingga pukul 11.00 baru sembilan dari nama-nama tersebut yang memenuhi panggilan.

Priharsa menyebut, saksi-saksi tersebut dimintai keterangan terkait dugaan gratifikasi yang diberikan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Malang Jarot Edy Sulistyono (JES) pada mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono (MAW).

Baca Juga : Dugaan Monopoli Penyelenggaraan Even di Disparbud Mencuat, Event Organizer Plonk Pilih Bungkam

"Ada sepuluh orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Terkait MAW menerima hadiah dari JES," ujar Priharsa melalui pesan WhatsApp. 

Dia menerangkan bahwa pemeriksaan ulang tersebut untuk menguatkan keterangan awal yang diberikan.

"Karena penyidik menilai keterangan mereka sangat dibutuhkan untuk mengonfirmasi beberapa informasi yang berkaitan dengan dugaan perbuatan pidana MAW," paparnya. 

Sepuluh orang yang dipanggil yakni mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono yang saat ini menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jawa Timur.

Selain itu ada sembilan orang anggota DPRD Kota Malang yang hadir. Yakni Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Abdul Hakim dan tiga Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, dan Rahayu Sugiarti. 

Baca Juga : Transparansi Anggaran Disparbud Dipertanyakan, Pemkab Malang jadi Paling Disorot

Juga ada anggota dewan yang lain yakni Sahrawi, Subur Triono, Mohan Katelu, Sukarno dan Ribut Harianto. Dari sembilan anggota dewan, hanya Ribut yang tak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan.

Untuk diingat kembali, Arief diduga menerima uang sejumlah Rp 700 juta dari Jarot. Sebagai penerima, Arief disangka melanggar Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Jarot disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a, Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Pemberantasan Tipikor, junto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Topik
KPK Geber PemeriksaanKota MalangAnggota DPRDKorupsiPemkot Diperiksa KPK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru