KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (7)

Giliran Mantan Sekda Kota Malang dan Delapan Dewan Diperiksa

Oct 18, 2017 12:03
Sejumlah saksi kasus rasuah berdatangan ke aula Polres Malang Kota untuk pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sejumlah saksi kasus rasuah berdatangan ke aula Polres Malang Kota untuk pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Kota Malang memasuki hari kedua. Pagi ini (18/10/2017) sejumlah saksi berdatangan ke aula Polres Malang Kota. 

Berdasarkan catatan MalangTIMES, setidaknya sudah ada sembilan orang saksi dugaan rasuah APBD Perubahan Kota Malang 2015 dan penganggaran proyek Jembatan Kedungkandang. Sembilan saksi tersebut adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono yang saat ini menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jawa Timur. 

Selain itu ada delapan orang anggota DPRD Kota Malang yang hadir. Yakni Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Abdul Hakim dan tiga wakil ketua DPRD Kota Malang HM. Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti, dan Rahayu Sugiarti. Juga ada anggota dewan yang lain, yakni Sahrawi, Subur Triono, Mohan Katelu, dan Sukarno. 

Hakim menjadi saksi yang datang paling awal, akan tetapi dia tidak langsung masuk ke ruang pemeriksaan. Meski demikian, Hakim masih enggan berkomentar terkait panggilan KPK kali ini. Disusul Mantan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono. Cipto berjalan tergesa-gesa dan tampak menghindari awak media. 

Setelah itu baru disusul saksi-saksi lain. KPK terus mengusut dua kasus dugaan korupsi di Kota Malang. Seperti diberitakan sebelumnya, Moch. Arief Wicaksono diumumkan sebagai tersangka pembahasan APBD Perubahan dan pembangunan jalan pada Jumat (11/8/2017). Dia disangka menerima Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono selaku kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang pada 2015 terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

Sementara itu, dalam kasus kedua, Arief disangka menerima Rp 250 juta dari Hendarwan Maruszaman selaku Komisaris PT EMK. Suap terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dengan nilai proyek Rp 98 miliar dalam APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2016 pada 2015. (*)

Topik
KPK Geber PemeriksaanKota MalangAnggota DPRDKorupsiPemkot Diperiksa KPK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru