KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (6)

Baru Pulang Kunker, Jadwal Pemeriksaan Erni Farida Diundur

Oct 17, 2017 17:56
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda pemeriksaan saksi terkait kasus rasuah proyek dan pembahasan APBD Perubahan 2015 Kota Malang. Hari ini (17/10/2017) mestinya terjadwal satu anggota DPRD Kota Malang menjalani pemeriksaan.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

"Hari ini harusnya ada satu anggota DPRD Kota Malang atas nama Erni Farida dimintai keterangan atas tersangka MAW. Tetapi kami jadwalkan ulang," ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha. Priharsa tidak menguraikan penjadwalan ulang itu. 

Erni sendiri belum dapat dikonfirmasi. Namun, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi mengaku dirinya bersama Erni dan sejumlah anggota dewan lain baru datang dari perjalanan dinas. "Saya, juga Bu Erni, dan beberapa anggota dewan baru saja sampai di Malang pukul 14.00 dari kunjungan kerja (kunker) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ujar Imam melalui sambungan telepon. 

Menurut Imam, KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Erni Jumat (21/10/2017) depan. Sementara dirinya juga bakal dimintai keterangan Sabtu (21/10/2017) mendatang. Imam mengaku pemeriksaan tersebut merupakan kali kedua dirinya diundang sebagai saksi oleh KPK. "Pada pemeriksaan pertama saya dimintai keterangan terkait penganggaran proyek Kedungkandang dan tentang Pak Arief Wicaksono," ungkapnya.

Imam mengaku bukan anggota badan anggaran (banggar) sehingga tidak mengetahui detail soal penganggaran. Untuk proyek tersebut, Imam juga mengatakan tidak paham. "Yang banyak berkaitan dengan proyek infrastruktur kan komisi C. Sementara saya di komisi D yang terkait pendidikan dan kesehatan," urai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Mengenai pemeriksaan lanjutan itu, Imam mengaku tidak memiliki ketakutan khusus. Terlebih sebagai warga negara yang baik dan benar, dirinya akan datang memberikan keterangan yang dibutuhkan. "Sudah risiko sebagai warga taat hukum tentu saya datang. Nggak ada deg-degan atau takut," tukasnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Bambang Soemarto mengaku dirinya melum mendapatkan salinan undangan pemeriksaan KPK. "Saya belum tahu diperiksa lagi atau tidak. Surat undangannya belum saya terima," ujar Bambang. Dia mengaku tidak mengetahui siapa saja anggota komisinya yang mendapat panggilan sebagai saksi. 

Bambang sendiri sebelumnya menjadi saksi yang paling lama diperiksa oleh KPK pada 14 Agustus lalu di aula Polres Malang Kota. Saat itu, Bambang mengaku dirinya hanya ditanya perihal pembahasan APBD Perubahan tahun anggaran 2015 dan APBD 2016. "Karena saya di komisi C, banyak hal yang dipertanyakan penyidik berkaitan dengan pembangunan," ujar politisi Golkar itu. Khusus di APBD Perubahan 2015, menurut Bambang, diawali usulan masing-masing dewan terkait rencana-rencana yang disampaikan organisasi perangkat daerah (OPD). (*)

Topik
DPRD Kota Malangpemeriksaan KPKAPBD Perubahan 2015Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru