KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (5)

KPK Paparkan Jadwal Pemeriksaan Anggota Dewan dan Pejabat Pemkot Malang

Oct 17, 2017 14:48
Suasana Aula Polres Malang Kota yang digunakan penyidik KPK RI dalam agenda pemeriksaan kasus rasuah hari ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana Aula Polres Malang Kota yang digunakan penyidik KPK RI dalam agenda pemeriksaan kasus rasuah hari ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Febri Diansyah mengungkapkan bahwa tim penyidik telah memanggil sejumlah anggota DPRD Kota Malang dan juga pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Har ini (17/10/2017) KPK menggelar sejumlah pemeriksaan di Aula Polres Malang Kota.

"Pemeriksaan untuk kasus Malang akan dilakukan mulai besok (Selasa, 18/10/2017). Yang dipanggil sejumlah anggota DPRD Kota Malang dan dari pemkot," ujar Febri melalui pesan WhatsApp.

Febri menerangkan, pemeriksaan ulang dilakukan untuk memperkuat bukti-bukti yang sudah dikantongi KPK terkait dugaan rasuah yang melibatkan mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, pejabat pemkot Jarot Edy Sulistyono, dan pengusaha Hendrawan Mahruzzaman.

Febri juga menguraikan bahwa hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 11 orang dalam kasus indikasi gratifikasi terhadap Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. "Sembilan saksi diperiksa di Polres Kota Malang dan dua saksi di kantor KPK, Jakarta," terangnya. 

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap sembilan saksi dilakukan di Kota Malang karena berdekatan dengan lokasi tinggal para saksi.

"Unsur saksi yang diperiksa dari direksi dan karyawan PT Citra Gading Asritama (CGA). Penyidik mendalami informasi terkait indikasi pemberian gratifikasi terhadap tersangka RIW sebagaimana diatur di Pasal 12B," ujarnya.

Materi pemeriksaan yang dilakukan, terkait informasi yang diketahui para saksi terkait upaya gratifikasi tersebut.

"Kami mendalami informasi tentang indikasi pemberian gratifikasi dari para saksi yang diperiksa. Materinya seputar apa yang mereka ketahui terkait kasus yang kami sidik ini," tegasnya. 

Sebelumnya, hingga Jumat (13/10/2017) lalu sudah ada 32 anggota DPRD Kota Malang yang dimintai keterangan. Terakhir, KPK memanggil dua anggota dewan ke Jakarta, yakni Priyatmoko Oetomo dan Yaqud Ananda Gudbhan. 

Selain dua nama yang disebut di atas, beberapa anggota dewan juga telah dimintai keterangan di waktu yang berbeda.

Di antaranya Subur Triono, Mohan Katelu, Afdhal Fauza, Teguh Puji Wahyono, Harun Prasojo, Sahrawi, Hery Subianto, Salamet, Bambang Sumarto, Abdul Hakim, Suprapto, HM Zainudin, Rahayu Sugiarti, Sulik Lestyowati, Sugiharto, Soni Yudiarto, Sukarno, Suparno, Diana Yanti, Choirul Amri, Bambang Trioso, Wiwik Hendri Astuti, Tri Yudiani, Imam Fauzi, dan Syaiful Rusdi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Moch Arief Wicaksono diumumkan sebagai tersangka pembahasan APBD Perubahan dan pembangunan jalan pada Jumat (11/8/2017).

Dia disangka menerima Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono selaku Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang pada 2015 terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

Sementara itu, dalam kasus kedua, Arief disangka menerima Rp 250 juta dari Hendarwan Maruszaman selaku Komisaris PT EMK.

Suap terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dengan nilai proyek Rp 98 miliar dalam APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2016 pada 2015. 

Topik
KPK Geber PemeriksaanKota MalangAnggota DPRDpejabat pemkot malangKorupsi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru