MALANGTIMESBanyaknya kasus yang menyangkut perempuan dan anak menjadi perhatian serius Pemkab Malang. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang mengajak semua stakeholder termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bahu membahu menuntaskan persoalan-persoalan yang menyangkut perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki mengatakan sinergi dengan semua OPD terkait sangat penting agar pemenuhan hak-hak anak maupun kesejahteraan hidup perempuan bisa tertangani dengan baik. 

 

"Contohnya dinas sosial (Dinsos) bidang rehabilitasi dan reintegrasi berfikir bagaimana mencari jalan untuk mewujudkan pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan terhadap mereka dari penelantaran, eksploitasi dan diskriminasi sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang secara baik sesuai kodratnya," jelas Pantjaningsih kepada MalangTIMES, Selasa (17/10/2017).

Selain Dinsos, lanjutnya, harus ada dukungan juga dari Dinas Tenaga Kerja dengan memberikan pemahaman dan aturan bahwa tidak boleh mempekerjakan anak dengan alasan apapun.

Dinas Pendidikan harus bisa mendukung dan memastikan bawa anak di Kabupaten Malang mendapat pendidikan sampai jenjang yang lebih tinggi. Salah satunya, dengan memberikan muatan pembelajaran tentang sekolah ramah anak.

"Kami getol memberikan pemahaman terhadap guru tentang sekolah ramah anak. Sekaligus melibatkan akademisi perguruan tinggi untuk memberikan pemahaman ke setiap desa/kelurahan tentang pemenuhan hak dan perlindungan anak," terang perempuan ramah itu.

Masih kata Pantja pemenuhan hak anak juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang dalam hal pengurusan akta kelahiran.

Begitu juga dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Dinas ini harus berperan untuk meminimalisir dan mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga, layanan generasi keluarga berencana dan pemakaian kontrasepsi dengan baik.

"Orangtua harus andil dalam upaya mencegah pelecehan dan kekerasan terhadap anak. Sebab keluarga merupakan lingkungan yang paling kecil untuk mengawasi segala aktivitas anak. Disamping itu juga, penanaman dasar ilmu agama kepada anak bisa menjadi pondasi yang kuat sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya peristiwa tersebut," bebernya.

Tak hanya itu saja, pemenuhan dan perlindungan anak juga harus didukung oleh Dinas Kesehatan. Bagaimana membuat regulasi dalam meminimalisir angka kematian ibu dan anak, cakup  gizi, budaya hidup sehat dengan memberikan kesehatan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

"Jadi kesemuanya itu saling berkaitan dan perlu dukungan dari berbagai unsur dan pemangku kepentingan. Terutama dengan OPD yang ada untuk mewujudkan Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak," pungkasnya.