Kuliah umum BKKBN di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) pada Selasa (17/10/2017) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Kuliah umum BKKBN di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) pada Selasa (17/10/2017) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Surya Chandra Surapaty MPH, PhD mengajak mahasiswa merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik sejak dini. 

Di depan puluhan mahasiswa program studi S1 Geografi Universitas Negeri Malang (UM), Surya menerangkan perencanaan kehidupan berkeluarga meliputi kapan menikah, kapan mempunyai anak, dan berapa jumlah anak. 

"Keluarga harus direncanakan. Jangan menikah karena kecelakaan. Karena nanti pasti akan ada dampak psikologis anak yang dilahirkan dari hubungan sebelum pernikahan. Jadi kapan menikah harus direncanakan. Dan saat menikah cukup punya dua anak saja," jelas Surya pada kuliah umum BKKBN di Fakultas Ilmu Sosial UM, Selasa (17/10/2017).

Kebijakan perencanaan berkeluarga tertuang dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 pasal 47. Program ini dijabarkan pada pasal 48 ayat 1 yakni peningkatan kualitas remaja dengan memberikan akses informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. 

Lebih lanjut, Surya menjelaskan penundaan usia perkawinan sangat penting ditinjau dari berbagai aspek. Dari segi kesehatan, penundaan usia perkawinan menyangkut kesiapan fisik dan fisiologis. 

Selain itu aspek yang tidak kalah penting mengapa perlu menunda usia perkawinan ialah aspek psikologis (kesiapan mental) dan ekonomi yang menyangkut kesiapan finansial. 

"Rencanakan kapan kalian akan lulus. Rencanakan kapan juga kalian akan menikah. Dan ingat dua anak cukup. Laki-laki dan perempuan jangan dibedakan. Kalau punya anak perempuan dua-duanya sudah syukuri saja. Karena nanti kalian juga akan punya anak laki-laki juga yakni menantu kalian," kata Surya yang disambut tepukan meriah.

Sementara itu, gambaran usia kawin pertama di Indonesia meskipun mengalami tren membaik tetapi masih yang tertinggi kedua di ASEAN dan peringkat ke-57 di dunia. Idealnya wanita menikah di usia minimal 21 tahun dan usia 25 tahun bagi laki-laki. 

"Untuk mahasiswa jangan pernah berpikir akan seks sebelum menikah. Usia minimal menikah adalah 21 tahun bagi mahasiswi. Jangan berpikir punya banyak anak. Cukup dua saja. Sekolahkan anak kalian tinggi-tinggi," tegas doktor lulusan University of Michigan Amerika Serikat ini. 

Surya menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas remaja merupakan bagian dari menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi laju pertumbuhan penduduk. (*)