Menguak Bisnis Kendaraan Sirine di Malang (6)

Selain Ambulans, Kendaraan Memakai Sirine Ini Juga Kerap Disalahgunakan

Oct 17, 2017 12:47
voorijder kepolisian yang seharusnya dipakai untuk mengawal pejabat negara sesuai ketentuan undang-undang (Foto : Google Image)
voorijder kepolisian yang seharusnya dipakai untuk mengawal pejabat negara sesuai ketentuan undang-undang (Foto : Google Image)

MALANGTIMES - Pelanggaran kendaran bersirine dan berotator tidak hanya terjadi pada mobil ambulans. Hari ini, begitu banyak penyalahgunaan voorijder kepolisian. 

Mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 134 tentang penggunaan kendaraan voorijder, pengamanan oleh kepolisian tersebut hanya bisa diberikan kepada Kepala Lembaga Negara Republik Indonesia.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Berdasarkan undang-undang 1945, ketua lembaga negara republik Indonesia yang dimaksud adalah Presiden dan wakil presiden, Ketua DPR RI, Ketua MPR, BPK, MA dan MK.

Tapi faktanya, kendaraan voorijder bebas digunakan oleh siapa pun yang meminta dengan membayar sejumlah uang kepada petugas.

MalangTIMES mencoba mengulas Sebuah kesaksian dari seorang wedding planer yang kerap memanfaatkan voorijder untuk memudahkan kinerjanya.

"Dari rumah pengantin biasanya kita kawal pakai voorijder hingga ke venue pernikahan,"ujar pria yang sudah berkecimpung di dunia wedding planner selama 3 tahun ini.

Dia membeberkan, pemesanan voorijder ini dia lakukan dengan menghubungi sopir via telepon untuk memesan. Tarif yang dikenakan kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta setiap evennya tergantung jarak dan waktu penggunaan voorijder tersebut.

Dia mengaku, pembayaran sewa voorijder tersebut langsung diberikan kepada sopir. Masalah pembagian bayaran sewa tersebut, dia mengaku tidak tahu menahu.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

"Urusan pembagian saya tidak tahu menahu. Saya cuma telepon untuk pesan mobil pengawal dari keepolisian untuk even. Setalah itu ya bayar ke sopirnya,"ujarnya.

Pria 27 tahun ini mengatakan, penyewaan voorijder dilakukannya demi ketepatan waktu setiap proses acara sesuai dengan jadwal yang dibuatnya.

"Malang kan macet jadi kiya nggak bisa prediksi berapa lama waktu tempuh. Dari pada terlambat akhirnya kita sewa mobil polisi," begitu pembelaan pria ini.

Pria ini menuturkan, pengawalan mobil kepolisian tidak hanya dilakukannya saat wedding saja, namun pada even tertentu pengamanan tersebut dilakukannya untuk mengawal talent yang akan mengisi even yang tengah digarapnya. 

Topik
Bisnis Kendaraan SirineAmbulans DisalahgunakanAmbulans KomunitasSatlantas Polres Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru