KPK Geber Pemeriksaan di Kota Malang (1)

Lagi, Sejumlah Anggota DPRD Kota Malang Diperiksa Ulang

Oct 17, 2017 08:14
[7:34 AM, 10/17/2017] +62 852-5892-7995: [7:35 AM, 10/17/2017] +62 852-5892-7995: Beberapa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi saat melakukan pemeriksaan di lingkungan Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
[7:34 AM, 10/17/2017] +62 852-5892-7995: [7:35 AM, 10/17/2017] +62 852-5892-7995: Beberapa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi saat melakukan pemeriksaan di lingkungan Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Bukti-bukti adanya tindak rasuah di Kota Malang terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Berdasarkan informasi yang diterima MalangTIMES, hari ini (17/10/2017) rencananya ada pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah anggota DPRD Kota Malang. 

Kabarnya, pemeriksaan secara marathon bakal digelar di aula Polres Malang Kota. Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Subur Triono membenarkan adanya undangan pemeriksaan tersebut. Namun, dia mengaku tidak mengetahui rincian nama-nama yang bakal diperiksa ulang.

"Saya dipanggil untuk pemeriksaan sebagai saksi di hari kedua, Rabu (18/10/2017) besok. Untuk hari ini informasinya ada lima anggota yang diperiksa," ujar Subur. 

Sementara Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Afdhal Fauza mengaku baru mengetahui informasi pemanggilan itu saat dikonfirmasi mediia. "Saya masih perjalanan dinas di Jakarta, dapat infonya dari teman-teman media, belum baca surat undangan pemeriksaan itu," terang Afdhal. 

"Tapi kalau iya nggak masalah kok, kan sebagai warga negara harus memberikan keterangan yang benar di depan hukum," tambahnya.

Politisi Hanura ini juga mengaku beberapa kali mendapat panggilan sebagai saksi di Jakarta. "Intinya mari kita kawal KPK untuk memberantas korupsi di Kota Malang," pungkasnya. 

Sementara itu, Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengungkapkan pihaknya belum mengetahui jadwal pemeriksaan KPK di daerah. "Nanti saya cek dulu ya jadwalnya," ujar Priharsa melalui pesan WhatsApp, 

Sebelumnya, hingga Jumat (13/10/2017) lalu sudah ada 32 anggota DPRD Kota Malang yang dimintai keterangan. Terakhir, KPK memanggil dua anggota dewan ke Jakarta, yakni Priyatmoko Oetomo dan Yaqud Ananda Gudbhan. 

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Selain dua nama yang disebut di atas, beberapa anggota dewan juga telah dimintai keterangan di waktu yang berbeda. Di antaranya Subur Triono, Mohan Katelu, Afdhal Fauza, Teguh Puji Wahyono, Harun Prasojo, Sahrawi, Hery Subianto, Salamet, Bambang Sumarto, Abdul Hakim, Suprapto, HM Zainudin, Rahayu Sugiarti, Sulik Lestyowati, Sugiharto, Soni Yudiarto, Sukarno, Suparno, Diana Yanti, Choirul Amri, Bambang Trioso, Wiwik Hendri Astuti, Tri Yudiani, Imam Fauzi, dan Syaiful Rusdi.

"Tentunya proses pendalaman penyidikan masih terus diilakukan. Apakah ini berkembang dengan tersangka baru, saya belum tahu," ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Moch Arief Wicaksono diumumkan sebagai tersangka pembahasan APBD Perubahan dan pembangunan jalan pada Jumat (11/8/2017).

Dia disangka menerima Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono selaku Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang pada 2015 terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

Sementara itu, dalam kasus kedua, Arief disangka menerima Rp 250 juta dari Hendarwan Maruszaman selaku Komisaris PT EMK.

Suap terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dengan nilai proyek Rp 98 miliar dalam APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2016 pada 2015. 

Topik
KPK Geber PemeriksaanKota MalangAnggota DPRDKorupsi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru