Sebanyak 27 RT Lalui Jarak 2 Kilometer Arak 1.001 Tumpeng Pesona Desa Wisata

Oct 16, 2017 20:10
Ratusan warga dari 27 RT Desa Sanankerto, Turen saat mengarak 1.001 tumpeng dari balai desa Sanankerto sampai tempat wisata Boonpring Andeman, Senin (16/10) (Nana/MalangTIMES)
Ratusan warga dari 27 RT Desa Sanankerto, Turen saat mengarak 1.001 tumpeng dari balai desa Sanankerto sampai tempat wisata Boonpring Andeman, Senin (16/10) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Fenomena budaya masa lalu yang terlestarikan sampai kini di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen yaitu sedekah bumi dan bersih desa, telah memikat ratusan orang  untuk menikmatinya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Keunikan kultural masyarakat desa dan dikemas dalam konsep pariwisata yang disuguhkan terhadap ratusan penonton tersebut berupa iring-iringan ratusan orang dari 27 Rukun Tetangga (RT) yang ada di Desa Sanankerto.

Bukan iring-iringannya yang menjadi daya pesonanya, tapi penampilan ratusan warga dengan  busana tradisional jawa yang mengarak 1.001 tumpeng lah yang membuat acara menjadi sangat menjual dalam konsep pariwisata.

1.001 tumpeng yang dihias dengan sangat cantik dan diarak ratusan warga dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer ini membuat acara Pesona DeWi yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang selama 3 hari ini memgundang decak kagum penonton.

"Ini sangat luar biasa menurut saya. Ratusan warga guyub dan padu dalam acara yang kolosal. Selain melestarikan budaya, kemasannya menjual untuk pariwisata,"kata Yori Abdul Hadi (41) warga Kepanjen yang sejak dua hari lalu mengikuti rangkaian acara tersebut, Senin (16/10) kepada MalangTIMES.

Tumpeng yang diusung jolen atau tandu dengan berbagai hiasan hasil karya warga sendiri, diarak dari Kantor Desa Sanankerto, Turen, menuju ke ekowisata Boonpring Andeman. 

"Kita sebut grebek 1.001 tumpeng. Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk syukur kita kepada Allah atas segala kemudahan dan keberhasilan. Sekaligus kita kemas dalam konsep pariwisata,"ujar Muhammad Subur Kepala Desa Sanankerto.

Perwujudan rasa syukur tersebut nantinya juga akan dinikmati oleh masyarakat yang mengikuti prosesi tersebut. 1.001 tumpeng berupa nasi kuning, lengkap dengan ayam ingkung dan lauk lengkap lainnya juga  makanan ringan serta buah dan hasil bumi lainnya ini akan dinikmati bersama. 

Prosesi makan bersama hasil bumi yang diarak oleh ratusan warga tersebut, menjadi sangat menarik dan dinanti masyarakat maupun penonton acara tersebut.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

Rebutan tumpeng yang telah sampai di tujuan akhir yaitu di Boonpring Andeman inilah yang nantinya juga akan dikemas dalam konsep pariwisata. Dalam melengkapi keindahan alam Boonpring yang dipadukan dengan berbagai budaya warga setempat.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, grebeg 1.001 tumpeng ini nanti diharapkan bisa menjadi ikon wisata baru. 

"Harapannya memang menjadi ikon wisata baru di Boonpring Andeman. Kegiatan ini kan melestarikan budaya dan juga tradisi, dipadu dengan keindahan alam," ujar Made Arya.

Dia juga menyampaikan dalam prosesi rebutan makanan pun, tidak membuat suasana menjadi kacau dan tak terkendali. Yang terlihat adalah keguyuban dan kegembiraan masyarakat dan penonton yang saling berbagi atas hasil bumi tersebut.

"Ini luar biasa. Konsep rasa syukur, gotong royong, kebersamaan benar-benar terlihat di grebek 1.001 tumpeng ini,"ujar Made Arya.

Salah satu pengunjung yang ikut asyik membaur dalam prosesi  rebutan sedekah bumi, mengatakan bahwa dalam tumpeng yang diarak oleh ratusan warga tersebut terdapat berkah.

"Ia mas ada keberkahan dalam acara rebutan makanan ini,"kata Hadi warga Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Topik
1.001 Tumpengpesona desa wisataDesa Sanankerto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru