Lima Puisi Pendek Tentang Malam

Oct 15, 2017 11:25
Ilustrasi puisi pendek (Istimewa)
Ilustrasi puisi pendek (Istimewa)

Lima  Puisi Pendek Tentang Malam

*dd nana

"Disetiap gelap, mata mencari cahaya yang masih disembunyikan cinta. Yang entah kelak berwujud seperti apa,"

Pertama :

Serupa pepohonan yang menunggu sebelum matahari direnggut kala,

Matanya penuh dengan cemas yang melarungkan rindu dan jelma airmata dedaunan yang direnggut angin senja.

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

"Kau belum kembali, sayang. Padahal gelap sebentar lagi singgah dan bertamu di jantungku. Pulanglah..."

Tapi rindu memang terkadang serupa adu dadu. Yang tak bisa kita terka angka mana yang akan dilahirkannya.

Pohon itu kini beku. Oleh cemas yang sempurna. Oleh rindu yang terlalu berkarat. Oleh sesuatu yang ditunggunya. Mereka menamakannya cinta.

Kedua :

Kaki ku ingin menuju mu. Cahaya yang terlalu. Cahaya yang menjadi mata hari ku.

Tapi, gelap lebih menyukai kelamin ku. Dan kau lebih memilih memadamkan api ku.

"Bukankah kita lebih menyukai yang temaram? Sebelum gelap menawan kelamin-kelamin kita, sayang".

Ketiga :

Di kamar yang kita miliki dalam hitungan pendek detak waktu. Sekeranjang khuldi teronggok ditunggui seekor ular pengantuk.

Baca Juga : Film Dokumenter The Beatles 'Get Back' Rilis September 2020

Dan kita begitu khusyuk berperan sebagai tuhan kecil yang gaduh. Di ranjang yang kita sulap sebagai taman.

Sebelum gelap sempurna dan mengembalikan kita. Pada terang yang membakar mata.

Keempat :

Percintaan kita itu, sayang. Serupa larik cahaya yang mereka namakan malam.

Percintaan rahasia yang enggan untuk kita abadikan. Dalam puisi sekalipun.

Kita hanya mencatatnya di saku gelap penuh lubang.

Kelima :

Cermin yang kau pasang tepat di atas ranjang mewartakan kisah percintaan paling jalang.

Aku terengah membayangkannya, sayang.

Saat sehelai demi sehelai tubuhku meruapkan gelap malam.

Terhidukah resah rindu piatu ku ini di sana, sayang.

"Pada segala pemilik gelap aku berlindung dari cahaya yang menyesatkan,".

Topik
puisi pendekserial puisi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru