Menguak Bisnis Kendaraan Sirine di Malang (3)

Duh, Ambulans Juga Dimanfaatkan untuk Kirim Dokumen

Oct 15, 2017 08:18
Ilustrasi
Ilustrasi

MALANGTIMES - Sirine dan lampu rotator yang mengaung serta memancarkan cahaya tertentu merupakan pertanda kendaraan tersebut memiliki hak untuk diutamakan di jalan raya. Salah satunya adalah mobil ambulans pembawa jenazah atau orang yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan segera.

Namun, bagimana jika ambulas dengan sirine yang mengaung tersebut tidak membawa pasien, melainkan membawa barang atau dokumen tertentu yang diperlukan segera? Ambulans digunakan tidak sebagaimana mestinya.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Pria 35 tahun ini menceritakan proses dirinya mendapatkan ide untuk memanfaatkan ambulans sebagai pengirim dokumen. Kronologinya, pengusaha tersebut hendak mengikuti lelang tender pengadaan di Kota Blitar. Saat itu, perusahaan yang dikelolanya memiliki berkas kunci untuk memenangkan lelang dan harus terkumpul maksimal pukul 11.00.

"Waktu itu berkas ada pada rekan saya yang ada di Jakarta. Seharusnya dia tiba di Malang pukul 09.00. Tapi karena pesawat delay, dia tiba di Malang sekitar pukul 10.00," cerita pengusaha tersebut.

Mengingat waktu tempuh Kota Malang ke Kota Blitar memerlukan waktu normal sekitar 1,5 jam, jelas saja dokumen tersebut tidak bisa sampai tepat pada waktunya. Walhasil, setelah mendapat informasi dari salah seorang rekanan bahwa ambulans dari salah satu rumah sakit besar di Kota Malang bisa melayani pengiriman dokumen dengan kilat, pengusaha tersebut pun segera ambil langkah untuk memanfaatkannya.

"Waktu itu kami bayar Rp 850 ribu rupiah. Ambulans menjemput kami di bandara dan langsung berangkat ke Blitar," bebernya

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Ambulans tersebut didapatnya setelah mengubungi orang dalam. Selanjutnya pwletugas tersebut memerintahkan sopir ambulans untuk mengantar ke kota tujuan. Pembayaran pun diberikan kepada sang sopir ambulans dengan pembagian tertentu kepada orang yang memerintahnya tadi.

Dengan kecepatan tinggi dan suara sirine yang mengaung seolah membawa pasien yang perlu penanganan segera, ambulans tersebut melaju dengan sangat kencang dan tiba di tempat dalam waktu kurang dari satu jam. Berkas kelengkapan lelang tender pun terselamatkan. Tetapi, ambulans itu sudah berubah fungsi jadi "kendaraan pos". (*)

Topik
Bisnis Kendaraan SirineKota Malangambulanskirim dokumen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru