Perjuangan Hidup Mati Kampus Swasta di Malang (3)

Perolehan Mahasiswa Turun, Unikama Tetap Bangga, Klaim Alumninya Jadi Tokoh Nasional

Oct 11, 2017 07:31
Suasana kampus Unikama di Jalan S. Supriadi Nomor 48, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (11/9/2017) (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)
Suasana kampus Unikama di Jalan S. Supriadi Nomor 48, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (11/9/2017) (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selain bisa menggaet mahasiswa baru (MABA) sebanyak-banyaknya, kebanggaan lain yang selalu dengung-dengungkan kampus adalah keberhasilan para alumninya.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Sebab, dengan mengabarkan ke publik bahwa kampusnya punya alumni orang hebat dan tokoh penting negeri ini, secara otomatis akan mengangkat nama baik almamater  atau perguruan tinggi yang bersangkutan.

Ini yang dilakukan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) yang mengklaim alumninya jadi orang-orang hebat negeri ini. Salah satunya orang nomor satu di jajaran TNI yakni Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

"Kami pasti punya kebanggaan tersendiri, melahirkan lulusan seperti Panglima TNI, Gatot Nurmantyo yang dulu Alumni Unikama menempuh pendidikan Studi Strata 1 (S1) Fakultas Hukum disini," ujar  Wakil Rektor I Unikama, Dr Sudi Dul Aji, M.Si.

Lebih lanjut Sudi membeberkan ketika itu Gatot Nurmantyo mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum saat menjabat Dandim Kota Malang.

"Karena itu, setiap ada kegiatan di sini sebenarnya kami ingin mengundang beliau untuk mengisi kuliah tamu agar bisa memotivasi mahasiswa. Kami sudah sering berkomunikasi kepada asistennya tapi terkendala dengan jadwal Pak Gatot yang sangat padat," terangnya.

Selain tokoh nasional tersebut, sejumlah pejabat pemerintahan di Malang Raya maupun di Jawa Timur juga diklaim pernah mengenyam pendidikan di Unikama. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Dra Mistin M.Pd dan sejumlah pejabat yang sekarang bertugas di Madura.

Melihat keberhasilan para almuninya ini, Unikama merasa bahwa sistem pembelajaran dan metodologi yang diterapkan selama ini terbukti berhasil meskipun strategi menggaet mahasiswa baru beberapa tahun terakhir ini tidak banyak menunjukkan keberhasilan yang signifikan.

Salah satu buktinya, jumlah MABA di Unikama beberapa tahun terakhir ini masih cenderung stagnan. Kalau pun ada peningkatan atau penurunan masih dalam jumlah yang sangat kecil sehingga setiap tahun jumlah MABA yang masuk Unikama hampir sama.

Tahun ini misalnya, jumlah MABA Unikama sebanyak 1.710 mahasiswa. Tahun sebelumnya yakni 2016 Unikama berhasil menggaet MABA sebanyak 1.759 mahasiswa. Begitu juga dengan tahun 2015 dengan jumlah perolehan MABA sebanyak 1.800 mahasiswa.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Kepada MalangTIMES, Wakil Rektor I Unikama, Dr Sudi Dul Aji, M.Si dengan bahasa yang lebih halus mengakui perkembangan kampus Unikama sekarang ini ditinjau dari jumlah mahasiswa masih stabil.

Namun demikian, upaya terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing kampus yang beralamat di Jalan S. Supriadi Nomor 48, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini.

Khusus tahun ini, lanjut Sudi Dul Aji, penurunan perolehan jumlah mahasiswa diakibatkan jumlah peminat program kependidikan berkurang sekitar 10 persen. Namun, program non pendidikan meningkat sekitar 25 persen.

"Kami akan terus berupaya agar program pendidikan peminatnya minimal sama dengan tahun lalu. Strateginya, salah satunya meningkatkan komunikasi dengan jaringan alumni dengan melakukan presentasi ke sekolah-sekolah di wilayah alumni tersebut," paparnya.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Unikama, pihaknya menargetkan tahun 2021 akan membuat terobosan di bidang pembelajaran dengan program yang tak dimilki perguruan tinggi lain di Indonesia.

"Salah satunya pembelajaran online dengan Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) Indonesia," akunya.

Sistem pembelajaran SPADA Indonesia ini  memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti mata kuliah dengan lebih baik tanpa harus dibatasi oleh tempat.

"Jadi untuk memperoleh pembelajaran yang baik mahasiswa tidak harus bertatap muka dengan dosen pengajar. Kami ingin semester depan dua mata kuliah sudah menggunakan sistem pembelajaran online itu. Dengan sistem ini pula nanti mahasiswa bisa mengerjakan tugas kuliahnya secara online dan  terkoneksi dengan sistem yang ada di kampus," pungkas Sudi.

Topik
Kampus SwastaKampus Swasta malangUniversitas Kanjuruhan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru