Ilustrasi

Ilustrasi



Perjuangan Hidup Mati Kampus Swasta di Malang  1)

MALANGTIMES - Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan lantaran miliki puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta. Bahkan delapan universitas di Malang masuk dalam daftar 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non-Politeknik Tahun 2017 versi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). 

Dalam pemeringkatan yang dikeluarkan Kemenristekdikti bulan Agustus lalu itu, kampus-kampus swasta di Malang berhasil masuk dalam daftar.  Ada enam kampus swasta yang masuk peringkat 100 besar, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Merdeka Malang (Unmer), Universitas Islam Malang (Unisma), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, dan Universitas Widyagama Malang (Uwiga).

Meski ada anggapan bahwa perguruan tinggi swasta kalah bergengsi dengan kampus negeri, nyatanya di antara delapan kampus di Malang yang masuk peringkat 100 besar Indonesia, enam di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta. 

Menurut UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang didirikan dan/atau diselenggarakan oleh masyarakat dengan membentuk badan penyelenggara berbadan hukum yang berprinsip nirlaba, misalnya yayasan. Bedanya dengan perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta tidak didirikan oleh pemerintah atau negara. Adapun bentuk dari perguruan tinggi swasta ini ialah akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh media online MALANGTIMES, setidaknya ada 50-an perguruan tinggi swasta mencakup akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas yang tersebar di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. 

Dari jumlah perguruan tinggi swasta yang ada di Kota dan Kabupaten Malang itu, tidak salah bila julukan Kota Pendidikan disematkan kepada Malang. 

Setiap tahun, ratusan ribuan ribu mahasiswa memasuki Malang. Tahun 2015 lalu, dikutip dari beberapa sumber, ada sekitar 21.500 mahasiswa menyerbu dua kampus negeri ternama di Kota Malang. Tahun 2016, dari satu kampus negeri saja ada 12 ribu mahasiswa baru. Dan dari akumulasi jumlah mahasiswa di lima perguruan tinggi negeri di Kota Malang, jumlahnya mencapai 131 ribu. 

Jumlah yang disebutkan di atas datang dari perguruan tinggi negeri. Tentu bila ditambah dengan 50-an perguruan tinggi swasta di Malang, akumulasi jumlah mahasiswa di Malang bisa lebih dari 131 ribu. 

Apalagi, kuota mahasiswa di kampus negeri mulai dibatasi. Universitas Brawijaya (UB), misalnya, beberapa tahun terakhir memangkas kuota penerimaan mahasiswa baru. Rektor Universitas Brawijaya Prof Mohammad Bisri menjelaskan, idealnya perguruan tinggi 60 persen diisi mahasiswa pascasarjana (S2/S3) dan 40 persen untuk mahasiswa jenjang sarjana (S1).

Bukan hanya UB yang melakukan pembatasan jumlah mahasiswa. Kampus tertua di Malang, yakni Universitas Negeri Malang (UM), juga melakukan hal yang sama.

Pengurangan kuota mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri mau tak mau membuat mereka yang masih ingin studi di Malang melirik kampus swasta. Kampus mana saja yang menjadi bidikan para mahasiswa? Dan benarkah ada kampus yang kini tak lagi diminati oleh mahasiswa? 

Simak ulasan lengkap mengenai kampus-kampus swasta di Malang yang jadi primadona mahasiswa hanya di media online MALANGTIMES. (*)

End of content

No more pages to load