Abdul Fatah Ketua Panwaslu Kabupaten Malang menyatakan seluruh soal yang sudah diujikan kepada peserta akan langsung dimusnahkan. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Abdul Fatah Ketua Panwaslu Kabupaten Malang menyatakan seluruh soal yang sudah diujikan kepada peserta akan langsung dimusnahkan. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES – Lembar soal berjumlah ratusan yang telah diujikan dalam seleksi tahap kedua panitia pengawas kecamatan (panwascam) Kabupaten Malang, langsung dimusnahkan. 

Hal ini sebagai upaya menghindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap soal-soal yang sifatnya rahasia ini.

Menurut Abdul Fatah (37) Ketua Panwaslu Kabupaten Malang, pemusnahan soal-soal yang diujikan kepada 305 peserta calon panwascam dari 33 kecamatan ini telah sesuai prosedur yang ditetapkan di tingkat panwas pusat.

"Iya kita hancurkan setelah soal diujikan pada peserta," kata Abdul, Minggu (08/10) setelah tes tulis bagi panwascam selesai.

Tes tulis dengan 100 soal yang wajib diselesaikan dalam waktu 120 menit dan diikuti oleh 305 peserta dari total yang mendaftar sebanyak 311 orang ini dimaksudkan untuk memilih enam orang dari tiap kecamatan. 

Enam orang ini nantinya akan kembali diseleksi oleh Panwas Kabupaten Malang melalui tes wawancara. "Sehingga nantinya akan ada tiga orang panwascam yang bertugas mengawasi kegiatan yang berkaitan dengan pemilu pada tingkat kecamatan,” terang Abdul.

Ditanya mengenai soal-soal yang diujikan dan akan segera dimusnahkan tersebut, Abdul mengatakan, seluruh soal berasal langsung dari bawaslu. Yaitu berisi pertanyaan tentang pengetahuan umum dan soal yang berkaitan dengan kepemiluan. 

“Kalau detailnya tentu kami tidak tahu, mas," ujar Abdul yang menargetkan di bulan Oktober ini tiga perwakilan panwascam di 33 kecamatan sudah bisa dilantik.

Adapun kriteria panwas pemilu, antara lain telah berusia di atas 25 tahun dan jenjang pendidikan minimal SMA. “Yang paling utama yang bersangkutan harus berdomisili di kecamatan yang mereka dampingi,” pungkasnya.