Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan cenderamata kepada pembalap Belanda. Dia menyakini sport-tourism bisa jadi alat picu mempercepat terwujudnya optimalisasi pariwisata di Kabupaten Malang, Minggu (08/10). (Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan cenderamata kepada pembalap Belanda. Dia menyakini sport-tourism bisa jadi alat picu mempercepat terwujudnya optimalisasi pariwisata di Kabupaten Malang, Minggu (08/10). (Nana)

MALANGTIMES - Kali kedua perhelatan balap motor berskala internasional, Indonesia Supermoto Championship, dilaksanakan di Sirkuit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Antusiasme para pembalap nasional dan internasional pun terbilang tinggi dibandingkan dengan perlehatan pertama tahun lalu.

Begitu pula peningkatan penonton Supermoto tahun 2017 sebagai bagian dari rangkaian HUT Ke-1257 Kabupaten Malang itu. Kehadiran puluhan ribu penonton cukup memuaskan bagi Bupati Malang Dr H Rendra Kresna.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara dan media partner Supermoto yang telah berhasil mendatangkan para atlet balap nasional dan internasional. Peningkatan peserta sangat memuaskan dibanding tahun lalu," kata Rendra, Minggu (08/10), setelah menyaksikan putaran pertama race final yang dimenangkan Diva Ismayana, pembalap dari Bali.

Peningkatan jumlah pembalap dan penonton di Supermoto ini mencerminkan adanya kemajuan dalam merangkum event olahraga yang dipadukan dengan pengenalan pariwisata Kabupaten Malang. Seperti diketahui Stadion Kanjuruhan, Kepanjen yang dijadikan lokasi Supermoto bukan sekadar tempat olahraga, tapi telah bermetamorfosis menjadi ruang atau center wisata-olahraga (sport-tourism) masyarakat.

Rendra, sang inisiator Heart of East Java, menegaskan bahwa kegiatan olahraga tidak sekadar untuk mencetak atlet saja, tapi juga bisa ditarik dalam dunia pariwisata. "Seperti Supermoto ini. Selain para atlet berlaga untuk mendapat prestasi dan menumbuhkan bakat-bakat pembalap lokal Malang, juga bisa mendongkrak pendapatan warga sekitar melalui tempat wisata di Kanjuruhan," tuturnya.

Peningkatan pendapatan masyarakat dalam berbagai sport-tourism inilah yang terus diupayakan Pemerintahan Kabupaten Malang. Apalagi, kata Rendra, Kabupaten Malang memiliki begitu banyak wisata alam yang sangat indah dan cocok dijadikan tempat berbagai ajang olahraga, baik taraf lokal, nasional maupun internasional seperti Supermoto.

Hasilnya, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang melonjak drastis dibandingkan tahun-tahun lalu. "Dari 3 juta wisatawan menjadi 5 juta di tahun 2016 lalu. Ini tentunya sangat menggembirakan. Dan semakin memantapkan bahwa olahraga juga bisa dikemas menjadi pariwisata," ujar ketua DPW Partai Nasdem Jatim ini.

Di sisi olahraga, Supermoto juga telah membuat bibit-bibit muda pembalap Kabupaten Malang menemukan tempat untuk menempa keterampilannya. Mereka selama dua kali perlehatan Supermoto ini telah mulai unjuk gigi. "Mereka sudah ada di posisi ketujuh dan tampil dalam laga internasional. Ini luar biasa," ucap Rendra yang juga menegaskan semua potensi yang ada akan digerakkan dalam mewujudkan Madep Manteb Manetep.

"Tahun ini sudah baik. Ke depan kita tingkatkan lebih baik. Terutama efek dominonya kepada masyarakat. Kita siapkan semua lewat kekuatan anggaran daerah yang ada," ujar Rendra kepada MalangTIMES sebagai media partner Indonesia Supermoto Championship (ISC) 2017 ini. (*)