Transaksi Seks via Medsos di Malang (1)

Di Jalanan Sering Dirazia, Pakai Medsos agar Sulit Dilacak

Oct 07, 2017 12:18
Foto : illustrasi
Foto : illustrasi

MALANGTIMES - Di sejumlah negara, prostitusi bukanlah hal tabu.  Bahkan perputaran uang melalui bisnis sek-esek tersebut tak tanggung-tanggung. Mengalir cukup besar hingga membuat bisnis tersebut seperti ladang uang.

Lihat saja Negeri Paman Sam Amerika, negara-negara Eropa hingga Jepang yang begitu besarnya geliat bisnis prostitusinya. Bermacam bentuk servis dan produk prostitusi dijual di negara-negara itu dengan bebas tanpa adanya upaya dalam pemfilteran bagi pengakses produk-produk prostitusi.

Baca Juga : Air PDAM Bocor di Karanglo, Pihak Perumda Tirta Kanjuruhan Acuh Keluhan Warga

Tak hanya dalam bentuk servis secara langsung dengan bertemu sang PSK. Bentuk-bentuk servis juga diaplikasikan dalam bentuk video seks atau live chat yang terbagi menjadi dua: berbayar dan free.

Situs-situs porno besar seperti Pornhub.com, Tube8.com, Redtube.com, asiansexydiary.com, atau Jav yang memang memberikan servis kepuasan birahi lewat teknologi dengan berbagai variasi jenis lewat fantasi-fantasi liar seperti hardcore sex, gangbang, footjob atau juga blowjob.

Bahkan, dari informasi yang didapat di dalam sebuah forum kaskus, setiap detik 3.075,64 USD dibelanjakan untuk membeli sebuah kenikmatan prostitusi dalam berbagai bentuk. Pendapatan industri pornografi di Amerika juga mengalahkan revenue tiga besar stasiun TV di negara tersebut, yakni ABS, CBS dan NBC yang digabung menjadi satu.

Tak hanya itu. Setiap detik saja, para pengakses konten prostitusi sebanyak 28.258 pengguna internet. Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang mencari konten tentng prostitusi atau pornografi pada search engine.

Jumlah situs-situs penjaja prostitusi atau konten porno di dunia tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 420 juta situs. Menurut data dari American Demographic Magazine, USA sendiri sebagai penyumbang terbesar konten pornografi di dunia, yakni sebesar 89 persen. Disusul dengan Jerman, Inggris, Australia, Jepang dan Belanda.

Suburnya prostitusi dengan segala bentuk di berbagai negara tersebut juga turut menyebar ke Indonesia. Di Indonesia, sudah tak bisa dipungkiri bahwa bisnis tersebut juga tumbuh subur dengan pelaku yang banyak juga melibatkan public figure. Pembaca pastinya masih ingat dengan kasus prostitusi online yang sempat melibatkan artis Amel Alvi dan bintang sinetron Tyas Mirasih yang sempat membuat heboh. 

Baca Juga : Banyak Keluhan Atas Pelayanan, Perumda Tirta Kanjuruhan Selalu Bungkam

Namun bukan hanya itu. Penyebaran prostitusi online pun bahkan saat ini sudah merambah ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Salah satunya Kota Malang yang banyak memiliki julukan seperti Kota Bunga, Kota Pendidikan, dan juga Kota Wisata. Sampai saat ini masih tumbuh subur aktivitas jual beli seks yang banyak terpusat di kawasan kota seperti Balai Kota Malang, kawasan sekitar Jalan Padjajaran, maupun kawasan Stasiun Kota Baru.

Selama ini, pihak terkait sudah berupaya dalam melakukan pemberantasan. Langkah itu sedikit berdampak pada berkurangnya para penjaja seks yang mangkal. Namun nyatanya bisnis tersebut masih saja tetap ada. 

Perkembangan tawar-menawar seks pun sudah tak lagi atau jarang dengan face to face atau tatap muka. Namun saat ini di Kota Malang, pria hidung belang sudah banyak yang mengetahui peralihan dalam transaksi seks dengan menggunakan media sosial (medsos). Perkembangan tersebut dengan risiko ketahuan petugas lebih kecil daripada bertemu langsung, membuat traffic dalam jual beli seks melalui media sosial semakin tinggi. Bahkan para penjaja sekspun juga semakin marak karena transaksi dalam dunia bayangan tersebut sulit diketahui oleh petugas sehingga mereka selalu merasa aman.

Nah pembaca, kali ini MalangTIMES akan mengulik sekelumit transaksi seks melalui media sosial yang terjadi di Malang. Lalu bagaimana kisahnya? Simak terus MalangTIMES.com. (*)

Topik
Transaksi Seksvia MedsosMalangPROSTITUSI ONLINE MALANG

Berita Lainnya

Berita

Terbaru