Alun-alun Tugu Kota Malang usai lebaran, banyak sampah tissue dan gelas air mineral plastik. (Foto: Hilmy(MG3)/malangtimes)
Alun-alun Tugu Kota Malang usai lebaran, banyak sampah tissue dan gelas air mineral plastik. (Foto: Hilmy(MG3)/malangtimes)

MALANGTIMES - Kesadaran masyarakat akan nilai-nilai kebersihan nampaknya masih rendah, khususnya pada tempat umum dan tempat wisata yang acap kali selalu dipenuhi pengunjung ketika musim libur.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Menjelang berakhirnya musim libur sekolah dan pasca berakhirnya cuti bersama lebaran tahun 2015,  Alun-alun bundar Tugu, Kota Malang selalu dipadati pengunjung.

Namun, membludaknya pengunjung menyisahkan permasalahan klasik, yaitu bertaburnya sampah di area Tugu. Dalam pantauan MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), Rabu (22/7/2015), sampah-sampah berserakan seperti tissue, dan gelas minuman air mineral yang nampak di atas rumput alun-alun bundar Tugu.

Selain itu, juga nampak daun-daun kering yang berserakan masih belum terangkut. "Sebenarnya sih ndak terganggu. Karena tidak terlalu kelihatan sampahnya, tapi kalau dibiarkan tissue-tissue yang berserakan itu bisa tambah banyak dan merusak pemandangan," ujar Dedik Hermawan, salah satu pengunjung yang ditemui MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), Rabu (22/7/2015).

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dedik berharap petugas terkait segera membersihkan sampah-sampah yang berserakan tersebut, dan berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan tempat umum, tidak sekedar berhenti di kata-kata. Tapi betul-betul terwujud.

"Terlalu banyak imbauan tulisan (jagalah kebersihan) tapi tidak dihiraukan oleh pengunjung. Mungkin karena ini lebaran pengunjungnya banyak, semoga kedepan lebih bersih. Membuang sampah pada tempatnya," katanya. (*)