Horor HIV/Aids di Kota Malang (6)

Dandim Malang Enggan Bicara soal Anggotanya Terkena HIV/AIDS

Oct 05, 2017 15:09
Ilustrasi Grafis (MalangTIMES)
Ilustrasi Grafis (MalangTIMES)

MALANGTIMES - HIV/ AIDS masih merupakan masalah penting di bidang kesehatan masyarakat, karena jumlah kasus yang dilaporkan dari tahun ke tahun masih terus meningkat. Penderitanyapun dari berbagai kalangan maupun profesi tak terkecuali kalangan Polri maupun TNI.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Tertularnya para abdi negara tersebut, memang disebabkan banyak faktor. Mereka yang sebenarnya sudah mendapatkan pembekalan sebelum maupun sesudah menjadi aparat negara, terkadang memang masih ada saja diantaranya yang bersifat acuh hingga melanggar imbauan institusi untuk menjauhi pemicu HIV/Aids.

Namun hal lainnya adalah dimana kebutuhan prajurit yang sejatinya tetaplah manusia biasa yang ingin memenuhi kebutuhan seksnya. Di sinilah pergulatan batin dan pengorbanan mengalahkan nafsu dipertaruhkan.

Lihat saja contohnya seperti yang tertulis dalam Kompasiana terbitan 8 Januari 2012. 11 anggota TNI pasukan perdamaiaan PBB di Kamboja tahun 1996 tertular HIV ketika melakukan tugas perdamaian di negara tersebut.

Namun berbanding terbalik dengan pasukan Belanda yang saat itu juga mengemban misi yang sama yang justru tidak terkena virus mematikan tersebut. Melihat itu, rupanya jarak jauh terhadap istri bukanlah sebuah alasan seseorang terkena HIV/Aids.

Dengan ini, sebenarnya tentu ada faktor lain, mengapa para abdi penjaga keamanan bangsa ini bisa terkena penyakit mematikan tersebut di beberapa daerah, yang tak lain juga di Kota Malang.

Di Kota Pendidikan ini, data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, justru profesi yang menjadi benteng pertahanan keamanan negara yakni TNI/ Polri menempati posisi ketiga.

Tercatat, sejumlah 53 anggota baik Polri/TNI positif menderita penyakit yang menggerogoti daya ketahanan tubuh ini.

Komandan Kodim 0833 Letkol Arm Nurul Yakin, ketika dikonfirmasi terkait data ini, pihaknya mengungkapkan, bahwa terkait masalah ini, Mabes TNI selalu memberikan pengarahan tegas kepada seluruh prajurit yang bertugas mulai dari tingkat atas sampai dengan tingkat bawah.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

"Bahkan bimbingan konseling kejiwaan maupun pengobatan selalu dilakukan oleh institusi Mabes TNI," Tegas Dandim 0833 yang sebelumnya menjabat Pabandya Dik Spersdam I/BB ini.

Terkait pertanyaan-pertanyaan mengenai permasalahan ini, ia menyampaikan, tidak semua memiliki wewenang untuk menjawab pertanyaan mengingat ada unsur privasi penderita atau pasien.

"Sudah ada organ yang berwenang untuk menjawab, sudah ada bagiannya, dalam hal ini di Malang ada di RST Soepraoen, namanya Klinik VCT /HIV-AIDS," tegasnya, Kamis (5/10/2017).

Sementara itu, menurut salah satu anggota TNI dari Korem 083/BDJ yang enggan menyebutkan namanya, mengungkapkan, bahwa setiap anggota yang ditugaskan keluar daerah, memang selalu dibelaki dengan pembekalan baik itu di tempat asal maupun tempat tujuan penugasan.

Dalam pembekalan, tidak selalu semua mengundang sanak keluarga karena memang aturan setiap daerah berbeda.

"Pengalaman saya, selama saya ditugaskan memang tak semua mengumpulkan keluarga, namun terkadang hanya yang bersangkutan," ungkapnya.

Lanjutnya, kalaupun sudah mempunyai istri, nantinya pasti akan ditanyakan, apakah yang bersangkutan akan mengajak istrinya.

"Kalaupun memang tidak mengajak ya alasannya harus jelas dan masuk akal kenapa nggak mengajak. Kalau saya karena istri saya di rumah sudah bekerja dan sulit ditinggalkan. Kalau untuk masalah ini, semua tergantung pribadinya," pungkasnya.

Topik
HIV AIDSKota MalangAnggota TNI

Berita Lainnya

Berita

Terbaru