Koordinator LIRa Malang Raya, M. Zuhdy Achmadi saat melihat Ahmad Wildan (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Koordinator LIRa Malang Raya, M. Zuhdy Achmadi saat melihat Ahmad Wildan (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

Sebagian masyarakat mungkin langsung tergerak hatinya jika melihat makhluk sesamanya sedang tertimpa musibah. Hal itu yang dilakukan oleh Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) untuk Ahmad Wildan yang menderita Chepal Hematoma.

Melanjutkan berita MalangTimes sebelumnya yang berjudul "Memilukan, Bayi 50 Hari Dengan Benjolan di Kepala", kini lembaga swadaya masyarakat LIRa mengulurkan tangannya dengan memberi sedikit bantuan untuk meringankan beban Samsita (ibu kandung Ahmad Wildan).

Awalnya, LIRa yang mempunyai jaringan relawan se Malang Raya tersebut menemukan bayi yang menderita benjolan cukup besar di kepala.

Dengan tanggap, anggota LIRa langsung mendatangi rumah dari Samsita yang terletak di Desa Pandansari, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Koordinator LIRa Malang Raya, M. Zuhdy Achmadi mengatakan pihaknya memang mempunyai program sosial bagi warga Malang Raya yang membutuhkan uluran tangan.

"Jadi kami datang ke lokasi dulu, kemudian data kami lihat hingga valid. Ternyata memang benar ada bayi bernama Ahmad Wildan ini yang membutuhkan bantuan. Hati kami tergerak untuk sedikit membantu," ujar Zuhdy.

Dengan melihat langsung kondisi Ahmad Wildan di rumah sakit, M. Zuhdy Achmadi menginginkan adanya bantuan dari warga Malang Raya maupun Indonesia yang ingin membantu bayi berusia kurang lebih 50 hari tersebut. "Kami berharap para dermawan juga dapat sedikit meringankan beban mereka," ucapnya.

M. Zuhdy Achmadi sedikit menyesalkan dengan apa yang terjadi pada keluarga Saimin (suami dari Samsita), yang belum mempunyai Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Jadi mereka ini belum tersentuh KIS, karena memang tidak terdata. Nah tidak terdatanya ini karena apa saya belum tahu, yang jelas sekarang mereka sudah mendapat KIS," katanya.

Terakhir, M. Zuhdy Achmadi mengimbau untuk kepala desa lain agar tidak melewatkan warga yang belum mempunyai KIS ataupun identitas lainnya.

"Untuk desa lain mungkin ini untuk pelajaran, jangan sampai hal seperti ini diremehkan, jadi yang seharusnya mempunyai KIS kemudian tidak mendapatkan. Ini juga himbauan bagi Lurah dan Camat agar lebih detail lagi dan lebih teliti lagi untuk warga yang belum mempunyai, misal kartu keluarga ataupun KIS," paparnya.