Hasil Tes Urine Pegawai Pemkot Malang Meragukan, BNN Lakukan Ini

Oct 04, 2017 18:30
Sejumlah pegawai Pemkot Malang melakukan pengambilan sampel urine dalam tes nasrkoba yang digelar BNN Kota Malang awal pekan lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sejumlah pegawai Pemkot Malang melakukan pengambilan sampel urine dalam tes nasrkoba yang digelar BNN Kota Malang awal pekan lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang telah mengantongi hasil tes urine sekitar 900 pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hasilnya, sekitar 90 orang dipastikan mengonsumsi obat keras. Meski demikian, BNN tidak menemukan aparatur sipil negara (ASN) yang positif mengkonsumsi narkoba.

"Petugas memang menemukan sekitar 10 persen dari 900 orang yang urine-nya diperiksa mengonsumsi obat keras. Tetapi obat untuk sakit," ujar Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto melalui sambungan telepon.  

Sempat beredar kabar bahwa sejumlah pejabat diminta untuk melakukan tes urine ulang untuk memastikan hasil tes pertama. Sebab, hasil dari pembacaan alat rapid test atau tes cepat meragukan.   
Namun, Bambang membantah hal tersebut. "Bukan tes ulang. Hanya kami tanyai. Apakah sedang menjalani pengobatan," terangnya. 

Para pejabat yang urinenya terdeteksi mengandung obat keras diminta menunjukkan obat yang dikonsumsi serta resep dokter yang digunakan. "Kami minta dibuktikan dengan jenis obatnya maupun ada resep dokter. Kalau yang positif mengonsumsi narkotika dan obat berbahaya tidak ada," tegasnya. 

Pemeriksaan urine pegawai negeri itu, lanjutnya, sekaligus melaksanakan instruksi menteri dalam negeri supaya ASN bebas dari narkoba dengan melakukan pemeriksaan urine. Seperti diberitakan, awal pekan lalu mulai Senin - Rabu (25-27/9/2017) lalu, BNN menggelar tes urine untuk ASN Pemkot Malang di Balai Kota Malang.

Setiap hari 300 orang ASN diperiksa sehingga total ada 900 orang ASN yang urinenya dites apakah mengandung narkoba atau tidak. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengungkapkan, hingga saat ini dia belum mendapat laporan hasil test tersebut. "Laporannya belum masuk ke kami, tapi semoga tidak ada aparatur negara yang pakai narkoba," ujarnya. (*)

Topik
tes urinePegawai Pemkot MalangBNN Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru